Merasa Jadi Korban, Pretty Asmara Shock Dengar Putusan Majelis Hakim

Tyssa Madelina | 09 Maret 2018, 16:00 WIB
Merasa Jadi Korban, Pretty Asmara Shock Dengar Putusan Majelis Hakim

Kapanlagi.com - Pada pertengahan tahun 2017 silam, artis Pretty Asmara diciduk oleh kepolisian terkait penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Pretty yang saat itu tengah berada di salah satu tempat hiburan malam di kawasan Kemayoran, Jakarta, kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu seberat 2,03 gram, ekstasi 23 butir dan happy five 38 butir.

Akibat perbuatannya tersebut, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akhirnya memutuskan vonis pada Pretty Asmara. Pada sidang yang digelar pada hari Kamis (8/3/2017) kemarin, Pretty dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 6 tahun penjara, denda Rp 1 Miliar rupiah serta subsider tiga bulan kurungan.

Sahrur Romadana selaku kuasa hukum Pretty Asmara menuturkan bahwa saat mendengar putusan, kliennya tersebut merasa shock dan menangis. "Kaget kan pasti. Kami pun sebenarnya kurang sependapat dengan putusan hakim. Kami sih penginnya empat tahun ke bawah," ujar Sahrur Romadana, kuasa hukum Pretty Asmara, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jum'at (9/3).

Sebelum ajukan banding, Pretty Asmara mau pikir-pikir dulu. © KapanLagi.com/Agus ApriyantoSebelum ajukan banding, Pretty Asmara mau pikir-pikir dulu. © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Meski sempat merasa keberatan, namun Sahrur menyebut, Pretty Asmara tengah mempertimbangkan keputusan Majelis Hakim tersebut. Sebelum mengajukan banding, tim Kuasa Hukum akan koordinasi terlebih dahulu dengan Pretty Asmara.

"Kalau pertimbangan banding itu Majelis Hakim ngasih kita waktu satu minggu. Jadi Kamis minggu depan batas terakhir kami menyatakan sikap apakah banding atau menerima," jelasnya.

"Jadi (hari) Rabu, tim kuasa hukum Pretty akan ke Lapas Pondok Bambu untuk koordinasi dengan Pretty. Kalau dia mau banding kami siap, kalau dia nerima vonis kami juga siap. Kami masih pikir pikir. Jaksa juga pikir-pikir," pungkas Sahrur.

(kpl/rhm/tmd)

Reporter:  

Nuzulur Rakhmah