Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Meski Sudah Minta Maaf, Prank Konten KDRT Baim Wong Tetap Bakal Dibawa ke Ranah Hukum

Senin, 03 Oktober 2022 17:48 WIB
Meski Sudah Minta Maaf, Prank Konten KDRT Baim Wong Tetap Bakal Dibawa ke Ranah Hukum
Prank konten KDRT Baim Wong dan Paula Verhoeven akan dibawa ke ranah hukum ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Pasangan Baim Wong dan Paula Verhoeven memang sudah datang ke Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan untuk meminta maaf. Hal tersebut mereka lakuka terkait konten prank kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Seperti yang diketahui, Baim dan Paula membuat konten prank di kantor SPKT Polsek Kebayoran Lama dan diunggah di kanal Youtube milik mereka. Namun tak berselang lama, video tersebut pun sudah dihapus.

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Febriman Sarlase, mengungkapkan, ia sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh ayah dua anak itu.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

"Sebetulnya itu sanagat disayangkan secara pribadi atau institiusi, dimana itu untuk konten pribadi," ucap Febriman, Senin (3/10).

(kpl.aal/dwn)

1. Ditindaklanjuti

Untuk itu, pihak kepolisian bakal membawa masalah tersebut ke ranah hukum untuk memberikan efek jera. Saat ini, pihak Polsek Kebayoran Lama sudah melimpahkan berkas-berkas terkait Baim Wong ke tingkat Polres untuk ditindalanjuti.

"Saya sudah koordinasi di tingkat polres untuk ditindaklanjuti, nanti diambil alih Polres," katanya.

"Sore ada kabar dari polres, entah itu bikin LP, tunggu perkembangan sore hari," Febriman menambahkan.

2. Tetap Bawa ke Ranah Hukum

Sementara itu, kedatangan Baim Wong dan Paula ke Polsek Kebayoran lama menurut Febriman bukan atas dasar panggilan polisi.

"Tadi pagi saya tidak tahu (Baim datang), karena dari pagi kita ada giat zoom, di mapolres," jelasnya.

Meski sudah meminta maaf atas kegaduhan yang dibuat dengan konten prank KDRT di kantor polisi, Febriman menegaskan pihaknya tetap akan membawa masalah tersebut ke ranah hukum.

"Mungkin ada niat baik dari baim untuk minta maaf, sah, tapi tanpa mengesampingkan kasus yang mencermarkan nama baik institusi," pungkasnya.