Mike dan Tamara: The Living Room, Bali

Editor KapanLagi.com | 17 Februari 2010, 08:28 WIB
Mike dan Tamara: The Living Room, Bali

Kapanlagi.com -
Oleh: Steve, KapanLagi.com's Co-Founder

Jam 18:15 WITA saya telepon Mike Lewis. Seperti sebelumnya, dia angkat dengan logat ramah Canada-nya, "Hi, Steve. How are you?"

Dia bilang masih kurang satu shot lagi sebelum bisa menemui saya untuk berbincang-bincang soal wedding dan rencana preskon. Dia berjanji akan menghubungi saya kembali apabila dia sudah tahu tempat dan waktunya.

Dua menit setelah telepon ditutup, dia SMS saya, menanyakan apakah saya datang sendirian? Saya akan ditemani oleh Hendra, seorang reporter KapanLagi.com™. Rupanya dia sedang booking restoran untuk dinner bersama.

Kurang lebih sejam kemudian dia coba konfirmasi, jam 21:00 di The Living Room, Petitenget, Seminyak. Saya tawar jam 21:30, terus terang bahan wawancara masih sedang saya garap dan belum kelar jam segitu.

Dari The Luxury Collection Lagoon, Nusa Dua, saya ngebut! Bakal telat nih.

"Mike, I am gonna be 10 minutes late!"
"Me too, LOL," jawabnya.

Saya tiba duluan, duduk di meja yang di-book atas nama Mike Lewis. Kursi masih kosong. Sepuluh menit kemudian Mike dan Tamara muncul, dibarengi seorang asisten. Baru Hendra yang datang berikutnya, saya bisiki dia, "Artisnya elu apa si Mike sih, Hen?" Hahaha...

Kursi kosong yang setia menunggu Mike dan TamaraKursi kosong yang setia menunggu Mike dan Tamara

Kursi kosong yang setia menunggu Mike dan Tamara

Mike mengenakan pakaian putih bergaris-garis dan Tamara dibalut T-Shirt ketat hitam. Cantik. Seksi. Menawan. Words can't describe, see the picture!.

Terus terang saya menang taruhan! Sebelumnya saya bertaruh dengan beberapa teman kalau Mike akan pakai baju putih, dan Tamara hitam. Just a lucky guess. Dan ternyata benar! Piutang bertambah sejuta rupiah.

Lihat Koleksi Foto Tamara - Mike:

Sepuluh menit chit-chat, lalu kami mulai bicara serius. Mike yang seharian shooting, ternyata benar-benar genius muda. Pertanyaan saya yang membuatnya berpikir dijawab dengan smart statement. Tamara juga selalu menimpali dengan pemikiran-pemikirannya yang cerdas. Tapi tahu-tahu dia tertawa ngakak, "Saya tidak sadar kalau dari tadi kita ngomong pake bahasa Inggris! Hahaha... Ini bukan CNN, pake bahasa Indonesia aja ya.."

Dua jam berlalu, kami bubaran. Tidak berapa lama setelah kami berpisah, saya menerima SMS: Steve. Thank you so much for the opportunity that you've given us. And for the trendiest interview we've ever done, it was very cool. All the best for KapanLagi.com.

Tunggu tulisan saya selanjutnya, lihat betapa wise-nya Tamara dan cerdasnya Mike. Salut. Not many beauties come with intelligence. Peace! [initial]

Follow KapanLagi.com On Twitter
           (kpl/SKL)

Editor:   Editor KapanLagi.com