Mobil 'Kelas Berjalan Kak Seto' Mulai Beroperasi di Jabodetabek

Anton | 15 April 2007, 13:18 WIB
Kapanlagi.com - Mobil 'Kelas Berjalan Kak Seto' sebagai salah satu alternatif pemerataan pendidikan kepada anak jalanan dan putus sekolah akan mulai beroperasi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak-anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan untuk dapat belajar lagi tidak dalam situasi formal," kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, di Jakarta, Sabtu (14/4) sore.

Dia mengatakan, dengan Mobil 'Kelas Berjalan Kak Seto' tersebut maka anak-anak dapat belajar di alam bebas dan terkesan tanpa tekanan.

Menurut dia, tidak ada batasan berapa jumlah anak yang boleh ikut dalam Mobil 'Kelas Berjalan' ini. Semakin banyak justru akan semakin baik, hanya saja nanti akan diseusaikan memang dengan lokasinya.

"Jika lokasinya memang luas dan memungkinkan untuk banyak anak terlibat berlajar disana tentu akan semakin baik," katanya.

Karena menurut pria yang lebih akrab dengan Kak Seto tersebut, Mobil 'Kelas Berjalan' tersebut akan beroperasi dua kali dalam satu minggu, dan satu mobil dalam satu hari akan melayani tiga titik atau lokasi.

Dengan demikian jika di ketiga lokasi tersebut memang memungkinkan untuk menampung anak dalam jumlah yang banyak maka silahkan saja mereka untuk datang.

Sementara itu, Menurut Direktur Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Direktorat Pendidikan Kesetaraan Departemen Pendidikan Nasional, Ella Yulaelawait, yang turut hadir pada kesempatan itu, Mobil Kelas Berjalan akan melayani daerah di Wilayah Jakarta, Kepulauan Seribu (tanpa mobil), Kabupaten dan Kotamadya Bogor, Kabupaten dan Kotamadya Tangerang, Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, dan Kotamadya Depok.

Nantinya, dia mengatakan, akan ada Motor 'Kelas Berjalan' dengan satu tutor yang juga berkeliling ke lokasi-lokasi yang lebih terpencil atau yang sulit dimasuki mobil.

Dia mengatakan, program seperti ini sebenarnya merupakan kerja sama Pemerintah dengan satu pihak tertentu yang memang ingin menolong anak-anak putus sekolah. Jadi semua pihak dapat mengajukan proposal kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk melakukan program ini.

Menurut dia, untuk dua unit motor kelas keliling nantinya akan dialokasikan dana kurang lebih Rp100 juta. Menurut dia, siapa pun dan dari provinsi mana pun dapat mengajukan proposal kepada Depdiknas.

Ella juga mengatakan, saat ini ada sekitar 200.000 anak putus sekolah di tingkat SMP di seluruh Indonesia. Kendala utamanya adalah masalah ekonomi. Karena itu mobil kelas berjalan ini akan sangat membantu. Sedangkan untuk tingkat SD jumlahnya lebih sedikit.

Di Jakarta sendiri, dia mengatakan, wilayah yang paling rawan anak-anak putus sekolah adalah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Menurut dia, saat ini sedang coba diatasi mengurangi anak putus sekolah di Kepulauan tersebut. Begitu pula dengan kepulauan lain di Indonesia. (*/bun)

Editor:  

Anton