Modus Prostitusi Anak di Hotel Milik Cynthiara Alona, Dipacari lalu Dijual Lewat Aplikasi Chat

Umar Sjadjaah   | Jum'at, 19 Maret 2021 17:36 WIB
Modus Prostitusi Anak di Hotel Milik Cynthiara Alona, Dipacari lalu Dijual Lewat Aplikasi Chat
Cynthiara Alona - Budy Santoso © KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Cynthiara Alona ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus prostitusi online setelah hotel bintang dua miliknya digerebek pihak kepolisian. Status tersebut Alona dapatkan begitu terbukti secara sadar menjadikan usahanya lokasi bisnis lendir.

Yang semakin memberatkan posisi Alona karena prostitusi ini melibatkan anak di bawah umur. Anak perempuan berusia 14 sampai 16 tahun yang kemudian ditetapkan sebagai korban itu dijual dari harga 400 ribu sampai satu juta untuk sekali transaksi.

"Tarifnya dari 400 ribu sampai satu juta. Ini nanti masih akan dibagi-bagi lagi. Apakah cuma satu kali? Lebih. Ada yang lebih dari satu kali melayani hidung belang-hidung belang ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat menggelar jumpa pers, Jumat (19/3/2021).

1. Dipacari Sebelum Dijual

Budy Santoso © KapanLagi.comBudy Santoso © KapanLagi.com

Lebih lanjut, diungkap bila praktek prostitusi online ini dilakukan lewat aplikasi pesan MiChat. Anak-anak yang dijual didapatkan dengan cara dipacari terlebih dahulu sebelum ditawari pekerjaan.

"Bagaimana cara merekrut? Ada yang dipacari, ada yang ditawari 'pekerjaan' sehingga korban di bawah umur ini mau melakukan," ungkap Yusri.

2. Ancaman Penjara 10 Tahun

Cynthiara Alona menjadikan usaha hotelnya sebagai sarang prostitusi dengan alasan kebutuhan finansial. Wanita berusia 35 tahun ini bersama dua rekan lain berinisial AA dan DA dijerat beberapa pasal dengan ancaman kurung paling lama sepuluh tahun.

Pertama Pasal 76 I juncto Pasal 88 UU RI No 17 tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kedua Pasal 2 ayat (1) UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Lalu Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 UU RI No 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 296 KUHP tentang memudahkan perbuatan cabul dan atau Pasal 506 KUHP tentang prostitusi.

Reporter:   Adi Abbas Nugroho