Musim Koalisi, Ke Mana Para Capres Artis Ini Sekarang?

Darmadi Sasongko | Kamis, 17 April 2014 17:01 WIB
Musim Koalisi, Ke Mana Para Capres Artis Ini Sekarang?
Kapanlagi.com - Setiap menjelang Pilpres, ada saja manuver para tokoh yang berniat menjadi calon presiden atau wakil. Mereka mulai berkunjung ke sana ke mari untuk membangun koalisi. Bukan hanya dari kalangan politikus dan pengusaha, para artis pun ngebet menjajal kursi politik nomor satu di negeri ini.

Entah serius atau tidak, yang jelas para artis ini pernah menyatakan kepada publik bahwa mereka siap berlaga untuk memperebutkan kursi presiden. Raja dangdut Rhoma Irama yang paling gencar maju nyapres, karena memang mendapat dukungan dari partai dan sejumlah ulama.

Bagi sebagian kalangan, pernyataan artis yang siap nyapres kurang realistis mengingat mereka tidak punya kendaraan parpol. Apalagi, belum pernah ada presiden di negeri ini yang berasal dari kalangan artis.

Berikut para artis yang pernah menyatakan diri siap nyapres, namun ke mana mereka saat ini? Masih serius ingin memimpin Indonesia?

1 dari 6 halaman

1. Rhoma Irama Paling Konsisten

Rhoma Irama Paling Konsisten Rhoma Irama © KapanLagi.com
Raja Dangdut Rhoma Irama bisa dikatakan paling serius di antara para artis yang berniat maju sebagai presiden. Komunikasi politiknya diawali lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang kemudian memposisikannya sebagai salah satu capres pimpinan Muhaimin Iskandar tersebut.

Politik bukan dunia baru bagi pria bernama lengkap Raden Oma Irama ini. Di masa awal Orde Baru, dia sempat menjadi maskot penting PPP, setelah terus dimusuhi oleh Pemerintah Orde baru karena menolak untuk bergabung dengan Golkar.

Rhoma sempat tidak aktif berpolitik untuk beberapa waktu, sebelum akhirnya terpilih sebagai anggota DPR mewakili Utusan Golongan yakni mewakili seniman dan artis pada tahun 1993. Pada pemilu setelah reformasi, Rhoma Irama juga pernah tampil di panggung kampanye Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Bintang Reformasi (PBR).

Sekarang ini Rhoma tengah dalam suasana membangun koalisi untuk mendapatkan dukungan. Bahkan, dia mengaku mendapat mandat dari Muhaimin Iskandar untuk membangun koalisi partai berbasis Islam untuk mengajukan calon presiden sendiri, tanpa bergabung ke koalisi yang dipimpin PDI-P, Golkar maupun Gerindra.

2 dari 6 halaman

2. Farhat Abbas Sibuk Urus Perceraian

Farhat Abbas Sibuk Urus Perceraian Farhat Abbas © KapanLagi.com
Pengacara kontroversial Farhat Abbas sempat menempati peringkat pertama calon presiden (Capres) yang paling populer di jejaring sosial Twitter. Karena memang, Farhat rajin melontarkan pernyataan dan isu kontroversial yang mengundang komentar.

Farhat sangat percaya diri untuk maju sebagai capres pada Pemilihan Umum 2014. Di usia 36 tahun, dia melontarkan jargon Capres Termuda, dengan diikuti pemasangan iklan di banyak sudut di Jakarta. Farhat juga gencar mengkampanyekan gerakan 'Aku Indonesia' dan sempat mengaku dilirik dua partai politik.

Namun di tengah sejumlah partai politik menjajaki koalisi, Farhat justru disibukkan dengan urusan rumah tangganya yang kini sedang bercerai. Farhat digugat cerai istrinya, Nia Daniati berikut aroma perselingkuhan yang menyebar dalam rumah tangga mereka.

3 dari 6 halaman

3. Deddy Mizwar Jadi Wakil Gubernur

Deddy Mizwar Jadi Wakil Gubernur Deddy Mizwar © KapanLagi.com
Sutradara kawakan Deddy Mizwar pernah mendeklarasikan diri siap maju di Pilpres 2009 bersama Mayjen (Purn) Saurip Kadi.

Acara deklarasi bertajuk Refleksi Politik Jenderal Nagabonar itu digelar di Taman Ismail Marzuki 27 Februari 2009. Pasangan menyatakan maju untuk menyelamatkan suara golput.

Selain sebagai sutradara dan pemain film, pria 57 tahun ini juga dikenal sebagai budayawan sekaligus aktivis politik. Bersama sejumlah rekannya, dia kerap mengkritik pemerintah SBY.

Kini Si Jenderal Naga Bonar benar-benar terjun ke politik praktis, dengan menjadi wakil gubernur Jawa Barat, mendampingi Ahmad Heryawan (Aher). Aher-Deddy didukung sejumlah partai Islam, seperti PKS, PPP dan PBB.

4 dari 6 halaman

4. Ratna Sarumpaet Tetap Jadi Seniman Kritis

Ratna Sarumpaet Tetap Jadi Seniman Kritis Ratna Sarumpaet © KapanLagi.com
Seniman teater ini pernah mendeklarasikan diri maju sebagai calon presiden 2009. Acara deklarasi Ratna Sarumpaet diselenggarakan di Galery Cemara, Jakarta, Rabu 22 Juli 2008.

Dalam orasi politiknya, Ratna bicara soal Indonesia yang menurutnya tidak punya harga diri. Banyak aset rakyat yang dijual ke pihak asing. Hal ini membuat Ratna gelisah dan berniat memimpin negeri ini. Namun, rencana Ratna itu kandas karena tidak ada parpol yang mendukungnya.

Ibunda artis Atiqah Hasiholan ini memang lebih terkenal sebagai aktivis politik, ketimbang dalam politik praktis. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa perempuan 63 tahun itu turut serta membidani lahirnya PAN di awal reformasi.

Pada kampanye Pemilu 1997 menjelang jatuhnya Orde Baru, Ratna bersama kelompok teaternya bergabung dengan kampanye Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Rupanya Ratna memilih tetap konsisten di jalurnya, sebagai seniman yang kritis pada setiap kebijakan para pemimpin negeri ini. Dia juga dikenal sebagai aktivis yang memperjuangkan hak-hak kaum perempuan.

5 dari 6 halaman

5. Anwar Fuadi Dalami Ilmu Hukum

Anwar Fuadi Dalami Ilmu Hukum Anwar Fuadi © KapanLagi.com
Artis kawakan sinetron Indonesia, Anwar Fuadi juga pernah berniat mencalonkan diri menjadi Presiden 2004. Saat itu, dia mendaftarkan diri dalam Konvensi Capres Partai Golkar, inovasi politik Ketua Umum Akbar Tandjung. Namun, mantan ketua Persatuan Artis Sinetron Indonesia (PARSI) itu gagal.

Dalam Pemilu berikutnya pada 2009, dia bergabung dengan Hanura. Di partai besutan Wiranto itu, Anwar ketika itu menjadi salah seorang pengurus.

Anwar hingga kinitetap berkarir di dunia hiburan, sambil mendalami ilmu hukum. Karir politiknya kembali hingga di partai demokrat, setelah sebelumnya pernah keluar dari partai pimpinan SBY tersebut. Anwar sendiri memang salah satu pendiri partai demokrat.

6 dari 6 halaman

6. Eyang Subur, Capres Supranatural

Eyang Subur, Capres Supranatural Eyang Subur © KapanLagi.com
Awalnya Eyang Subur berkonflik dengan artis Adi Bing Slamet, Arya Wiguna dan kawan-kawan. Seiring waktu, ketidaklaziman dalam hidupannya pun terbongkar, terutama soal praktek perdukunan dan poligami dengan 8 istri.

Namun entah dengan pertimbangan apa, Eyang Subur bertekad maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2014. Pria asal Jombang, Jawa Timur itu ingin menggantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Subur yang mantan penjahit dan pengoleksi batu kristal itu, berniat berpartisipasi menjadi capres melalui konvensi capres Partai Demokrat. Saat itu konvensi baru akan dimulai, namun hingga konvensi digelar Subur tidak mendaftarkan diri.

Seiring waktu Subur tersisih dari dunia politik, bahkan dari dunia entertainment namanya sudah tenggelam.

(kpl/dar)


Editor:  

Darmadi Sasongko

↑