Muzdalifah Cerita Perjuangan Masa Lalu, Kerja Kepanasan dan Kehujanan

Guntur Merdekawan | Jum'at, 20 September 2019 11:35 WIB
Muzdalifah Cerita Perjuangan Masa Lalu, Kerja Kepanasan dan Kehujanan

Kapanlagi.com - Muzdalifah awalnya dikenal publik karena pernikahannya dengan Nassar KDI. Setelahnya, diketahui jika dirinya ternyata sosok wanita yang begitu kaya raya. Konon katanya, Muzdalifah mendapatkan warisan dari almarhum suami pertamanya yang meninggal.

Meskipun dapat banyak warisan, namun tetap saja Muzdalifah harus memutar otak agar uang tersebut tidak habis begitu saja. Siapa sangka jika wanita yang kini berstatus istri dari Fadel Islami itu juga sempat mengalami perjuangan berat sebelum akhirnya bisa sukses seperti sekarang.

Kisah itu dibagikan Muzdalifah gara-gara banyak warganet yang merasa iri atas kesuksesannya.

1 dari 2 halaman

1. Perjuangan Muzdalifah Sebelum Sukses

Ceritanya, ada seorang pebisnis bernama Shandy Purnamasari yang mengunggah video penampakan rumah mewah Muzdalifah. Saat itu, Shandy membayangkan betapa enak jika dirinya bisa jadi seorang Muzdalifah.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Muzdalifah Fadel Islami (@muzdalifah999) on Sep 19, 2019 at 7:54am PDT

"Orang lihat saya katanya enak banget jadi Muzdalifah langsung punya rumah seperti ini. Nggak tau perjalanan saya dulu ya kehujanan, kepanasan di luar sana, cari uang seperak 2 perak dari keuntungan usaha," tulis Muzdalifah sambil mengunggah ulang video postingan @shandypurnamasari di Instagram.

2 dari 2 halaman

2. Pesan Untuk Netizen

Pesan Untuk Netizen Fadel Islami dan Muzdalifah © KapanLagi/Nurwahyunan
Muzdalifah sendiri memang tak jarang disindir para haters karena perjalanan kisah cintanya. Seperti diketahui, wanita berusia 41 tahun itu terhitung sudah menikah berkali-kali dengan pria berbeda, yang mana salah satunya adalah Nassar KDI.

"Saya bersyukur ini semua rezeki dari Allah karena rezeki nggak akan tertukar karena udah miliknya. Jadi semua netizen tolong dicermati, jangan komen yang belum tau perjalan saya dulunya," tutupnya.

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑