Nanda Persada Soal Kasus Julieta: Manajer Artis Lakukan Kekerasan Harus Dipidana

Tyssa Madelina | 06 Agustus 2018, 12:15 WIB
Nanda Persada Soal Kasus Julieta: Manajer Artis Lakukan Kekerasan Harus Dipidana

Kapanlagi.com - Ketua Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo), Nanda Persada mengaku miris atas kejadian kasus kekerasan yang dialami artis FTV sekaligus penyanyi Julieta Pricilla. Nanda baru mengetahui kejadian tersebut dari berita yang beredar dan akhirnya bertemu dengan Pricilia untuk mendengar langsung soal penganiayaan yang dilakukan sang manajer, Rinaldy Chang.

"Kaget banget setelah dipertemukan lansung dengan Julieta ya. Faktanya seperti apa. Saya dengar pertama dari pemberitaan media," kata Nanda Persada saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurut Nanda, yang dilakukan oleh Rinaldi Chang sudah di luar batas dan terbilang hanya memanfaatkan artisnya saja. Maka itu, Nanda pun meragukan kapasitas orang tersebut sebagai manajer artis.

"Dia bukan manajer artis. Dia lebih kayak agen atau broker. Saya prihatin aja dengan pengertian manajer sekarang ini, padahal cuma 'jual' talent terus nyebutnya manajer artis. Padahal tidak seperti itu," katanya.

Nanda sudah bertemu langsung dengan Julieta. © Dokumentasi PribadiNanda sudah bertemu langsung dengan Julieta. © Dokumentasi Pribadi

Sebagai ketua Imarindo, Nanda pun menjelaskan hal-hal yang seharusnya dilakukan seorang manajer. Menurut Nanda, tugas utamanya adalah memberikan masukan demi menunjang karir artis yang dipegangnya dan bukan memanfaatkan demi keuntungannya sendiri.

"Manajer yang baik juga harus memiliki networking yang bagus dengan semuanya baik dengan media maupun para klien, bukannya malah memanfaatkan artis demi keuntungan pribadi," jelasnya.

Tentunya, Nanda mendukung jalur hukum yang ditempuh Julieta. Hal tersebut karena memang merupakan sebuah tindak pidana yang tentunya juga mencoreng citra dari seorang manager.

"Penganiayaan seperti kepada Julieta itu harus masuk ke pidana, itu konsekuensinya! Saya sendiri sangat menyesalkan tindakan oknum yang mengaku sebagai manajer namun tindakannya seperti itu. Memalukan," tutup Nanda.

(kpl/aal/tmd)

Reporter:  

Sahal Fadhli