Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Ngobrol Bareng Gus Miftah, Walikota Bogor Bima Arya Bocorkan Tips Kendalikan Covid-19 di Kota Hujan

Sabtu, 10 April 2021 10:15 WIB
Ngobrol Bareng Gus Miftah, Walikota Bogor Bima Arya Bocorkan Tips Kendalikan Covid-19 di Kota Hujan
Credit Foto: Dokumentasi Pribadi

Kapanlagi.com - Setahun sejak pandemi covid-19 pertama kali diumumkan, kondisi perekonomian yang sempat anjlok kini perlahan mulai pulih. Kegiatan-kegiatan pun sudah mulai dijalankan secara normal, meski tetap harus mengikuti protokol kesehatan.

Program vaksinasi yang dijalankan pemerintah secara menyeluruh tampaknya mulai terbukti menjadi angin segar untuk mengembalikan kondisi masyarakat. Jumlah pasien positif pun terlihat mulai menurun, seperti salah satunya kota Bogor, Jawa Barat.

"Covid di Bogor relatif terkendali, puncaknya 6 Februari lalu 187 kasus per hari. Sekarang rata-rata di bawah 50," papar Walikota Bogor Bima Arya dalam program Ngobrol Bareng Gus Miftah di iNews.

1. Inovatif Jalankan Protokol Kesehatan

Gambar

Bima terkenal memiliki gaya yang unik dalam menerapkan protokol kesehatan di Bogor. Ia berani membuat terobosan seperti penerapan ganjil genap bagi kendaraan bermotor baik roda dua atau roda empat, hingga mendirikan rumah sakit lapangan untuk menampung para pasien Covid-19. Hasilnya pun mulai terlihat.

"6 Februari puncak paling tinggi, sempet agak ketar ketir karena rumah sakit penuh semua tapi kemudian kita tambah ruangan isolasi di rumah sakit dengan mendirikan rumah sakit lapangan," ujarnya.

2. Tanggapi Eksepsi HRS yang Heboh

Sebelumnya sempat viral pemberitaan terkait eksepsi Habib Rizieq Shihab yang menuding Bima Arya menimbulkan kehebohan terkait kondisi kesehatannya saat dirawat di RS Ummi. Orang nomor 1 di Kota Hujan ini pun angkat bicara.

"Kalau kemudian langsung heboh ribut dan sebagainya, ini menurut saya karena saat itu rumah sakit tidak kooperatif. Tidak ada urusan personal, tidak ada urusan politik, tidak ada urusan kepentingan apapun. Ini murni penegakan protokol kesehatan," tegasnya.

Gus Miftah pun turut menanggapi kasus tersebut, "Kalau benar-benar berprestasi jangan harap untuk dipuji. tapi kalau salah siap dicaci maki. Sabar itu memang capek, sabar itu memang sakit, tapi percayalah sabar akan berbuah manis pada waktunya," ungkap Gus Miftah.

 

Topik Terkait