Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Nindy Ayunda Dituntut Untuk Segera Tunjukkan Bukti Rekaman CCTV Asli di Persidangan Penganiayaan Anaknya

Jum'at, 08 April 2022 14:26 WIB
Nindy Ayunda Dituntut Untuk Segera Tunjukkan Bukti Rekaman CCTV Asli di Persidangan Penganiayaan Anaknya
Nindy Ayunda / Credit Foto: KapanLagi - Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Hari Kamis (7/4) kemarin, artis cantik Nindy Ayunda menjalani sidang kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Lia Karyati, mantan babysitter anaknya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Kuasa hukum dari pihak terdakwa, Ibnu Hardiman membacakan pleidoi atau nota pembelaan atas tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ada satu hal yang disoroti Ibnu dalam persidangan tersebut. Di mana sampai saat ini CCTV asli dari peristiwa dugaan penganiayaan anak Nindy belum juga diputar di persidangan.

"Jaksa Penuntut Umum dalam menyusun surat dakwaan dan surat tuntutan hanya bersandar pada adanya rekaman CCTV yang ada di dalam kamar anak korban, yang mana rekaman CCTV tersebut sampai hari ini tidak pernah diperlihatkan, diputar dan ditunjukkan dalam persidangan," kata Ibnu.

1. Serang Balik Pihak JPU

Gambar

Ibnu bahkan dengan tegas menyerang balik pihak JPU karena tidak menghadirkan rekaman CCTV aslinya. Sejauh ini, video yang diputar adalah rekaman video yang diambil dari rekaman CCTV sebagai bukti dalam perkara.

"Bahwa tindakan yang dilakukan oleh JPU yang tidak menghadirkan, memutarkan, memperlihatkan isi rekaman CCTV adalah suatu bentuk pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.

2. Minta Lia Dibebaskan

Seperti diketahui, Lia saat ini sudah berstatus tersangka dan sedang dalam masa tahanan. Ibnu pun meminta majelis hakim menyatakan kliennya bebas karena tidak terbukti melakukan tindak pidana seperti yang dituduhkan.

"Sangat beralasan menurut hukum agar majelis hakim yang mulia menyatakan terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana di dalam dakwaan Alternatif Pertama JPU dan Surat Tuntutan JPU," terang Ibnu.

 

Topik Terkait