Novel Dilan Berdasar Kisah Nyata, Pidi Baiq Buat Perjanjian Dengan Tokoh Asli

Tyssa Madelina | Jum'at, 21 September 2018 14:00 WIB
Novel Dilan Berdasar Kisah Nyata, Pidi Baiq Buat Perjanjian Dengan Tokoh Asli

Kapanlagi.com - Dalam dunia literasi, seri novel Dilan karya Pidi Baiq menjadi produk yang penjualannya laris manis. Hingga kini, Dilan 1990, Dilan 1991 dan Milea: Suara Dari Dilan, sukses dicetak belasan kali sejak pertama terbit.

Kesuksesan novelnya diwarnai rumor bila kisah yang tersaji diangkat dari pengalaman nyata orang-orang di sekeliling Pidi Baiq. Ketika ditanya, pentolan band The Panas Dalam ini membenarkan hal tersebut.

"Ada orang aslinya," kata Pidi Baiq singkat ditemui di Grand Indonesia. kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018).

1 dari 3 halaman

1. Kontrak Perjanjian

Mengingat tokoh yang dijadikan karakter dalam novel ada di dunia nyata, Pidi Baiq pun membuat perjanjian dengan orang-orang tersebut. Perjanjian itu digunakan sebagai bukti bila hal tak diinginkan terjadi.

"Pasti ada kesepakatan dengan orang-orang yang terlibat. Ada tanda tangan kontrak, di atas materai. Takut nanti (bermasalah). Kayak Lia juga begitu kan," imbuh pria yang akrab disapa Ayah Pidi ini.

2 dari 3 halaman

2. Tak Ingin Buka Identitas

Tak Ingin Buka Identitas © KapanLagi.com/Budy Santoso
Banyak foto-foto yang diduga Milea asli beredar di dunia maya. Pun rumor yang mengatakan jika Pidi Baiq adalah Dilan sewaktu SMA. Namun Pidi selaku penulis tidak mau membuka identitas sebenarnya dari semua tokoh yang ditulisnya.

"Kadang-kadang saya punya hak untuk tidak menunjukkan siapa asli dirinya. Udah, itu biar jadi urusan saya sama orang-orang di dalamnya," tegasnya.

3 dari 3 halaman

3. Main Aman Untuk Novel

Lebih lanjut Pidi Baiq mengaku bila kisah dalam seri Dilan banyak yang dikurang-kurangi dari kejadian sebenarnya. Tentu saja untuk bermain aman ketimbang mendapat sorotan dari banyak pihak.

"Malah itu tuh dikurangi (cerita dalam novel), bukan dilebih-lebihkan. Malah kalau sesuai, wah bisa dipersoalkan Mendiknas. Karena ada kisah-kisah tidak pantas diceritakan (di sekolah)," tutupnya.

(kpl/abs/tmd)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

TOPIK TERKAIT
 
↑