Olivia Anak Nia Daniaty Bantah Lakukan Penipuan Penerimaan CPNS Bernilai Miliaran

Wulan Noviarina Anggraini   | Kamis, 30 September 2021 21:22 WIB
Olivia Anak Nia Daniaty Bantah Lakukan Penipuan Penerimaan CPNS Bernilai Miliaran
Olivia anak Nia Daniaty © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Kapanlagi.com - Anak Nia Daniaty, Olivia Nathania atau yang akrab disapa Oi buka suara terkait kasus dugaan penipuan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur prestasi. Sebelumnya, Oi dan sang suami, Rafly N Tilaar atau Raf, dilaporkan oleh pria bernama Karnu ke Polda Metro Jaya pada Jumat 24 September 2021.

Oi dan suami dituduh melakukan penipuan bermodus penerimaan CPNS, dengan dugaan korban mencapai 225 orang dan kerugian hingga Rp 9,7 miliar. Oi mengatakan, perempuan bernama Agustin yang sebelumnya mengaku korban dugaan penipuan bukanlah korban.

"Pertama-tama saya di sini mau jelaskan bahwa Ibu Agustin ini sebenarnya bukan korban, melainkan dia yang merekrut orang-orang tersebut. Karena saya tidak pernah bertemu langsung dengan orang-orang yang dia sebutkan," kata Olivia di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (30/9/2021).

Bukan hanya Agustin, tetapi orang yang melaporkan Oi ke Polda Metro Jaya, Karnu juga bukanlah korban dugaan penipuan. Oi mengatakan, peran pria bernama Karnu ini sama seperti Agustin.

"Mengenai Pak Karnu pelapor, ini juga harus saya sampaikan, dia bukan korban, melainkan beliau yang mengajak juga. Ada bukti transferan juga di sini, salah satunya Rp 20 juta," kata Oi.

1. Bantah Lakukan Penipuan

Yang perlu diluruskan, Oi tidak membuka penerimaan CPNS. Namun, dia hanya membuka les untuk orang-orang yang mau ikut tes CPNS. Bahkan, dia juga sudah menyediakan tempat dan juga pengajar.

"Tetapi, perlu saya luruskan di sini, adapun saya menyelenggarakan les untuk masuk CPNS. Les ya kita bicaranya, bisa dicek nanti tempatnya ada, pengajarnya ada, dan memang saya terima orang dari situ senilai Rp 25 juta per orang," katanya.

"Tetapi, dengan nilai Rp 25 juta itu, digunakan untuk apa? Wajar saya punya untung dari situ, dari Rp 25 juta itu. Tetapi Rp 25 juta ini hanya digunakan untuk les, untuk pengajar, untuk sewa tempat, dan lain-lain," tambah Oi.

Oi mengungkapkan, yang ia bicarakan terkait kasus dugaan penipuan CPNS jalur prestasi benar-benar sesuai dengan bukti. Terlebih, ia juga menyimpan sejumlah bukti terkait kasus tersebut.

"Kalau di sini, yang bisa saya sampaikan adalah, saya pengin bicarakan berdasarkan bukti saja, jangan ngomong dan merembet kemana-mana. Jadi intinya, apa yang disampikan itu, berbeda dengan kenyataannya. Contoh, yang dibilang tidak terima uang Rp 1000 perak pun, di sini ada transferan rekening," tutup Oi.

Reporter:   Fikri Alfi Rosyadi