Opick Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Penggelapan Uang

Anton | 15 Januari 2010, 05:07 WIB
Opick Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Penggelapan Uang
Kapanlagi.com - Sial benar nasib pelantun tembang-tembang religi Opick dan sahabatnya, sutradara Hanung Bramantyo. Awalnya ingin membuat film dakwah, namun ujung-ujungnya malah harus berurusan dengan pihak berwajib. Alhasil, mereka harus memenuhi panggilan pihak Polda Metro Jaya, karena dituduh telah melakukan penggelapan uang.

"Saya dan Hanung ingin membuat film dakwah, awal judulnya SUNAN KALI JAGA. Tapi setelah dihitung-hitung biaya sangat besar dan kami ubah menjadi ASMAUL HUSNAH. Kemudian saya perlu investor dan ketemu dan saya bentuk PT. Alhamdulillah, investornya sebagai komisaris dan saya sebagai direktur dan pada perkembangannya saya sepakat dengan mas Hanung masalah angka," begitulah penuturan Opick kepada KapanLagi.com saat ditemui di Plaza Semanggi, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) sore.

"Kemudian investor mentransfer uang ke saya dan transfer ke Mas Hanung untuk digunakan sebagaimana mestinya untuk memulai film ASMAUL HUSNAH ini. Dan pada awal kita melakukan Rapat Umum Pemegang Saham, agar hanya ada nama saya perusahaan, ternyata investor keluarkan sahamnya untuk pendanaan film. Perkembangannya investornya macet, ada kejadian yang kalian sudah tahu dan dia ditahan di Polda Kalimantan Selatan. Saya dipanggil ke Polda untuk menjelaskan," imbuhnya.

Opick membantah adanya dugaan penggelapan uang yang dituduhkan pada mereka berdua. Menurutnya kejadian tersebut bisa menimpa siapa saja. Mereka telah berusaha untuk bekerja secara profesional, namun kenyataan berbicara lain.

"Mas Hanung juga dipanggil sebagai saksi dan ada proses. Mas Hanung sudah memberikan bukti-bukti mengenai hasil kerjanya. Dana yang lain sudah diberikan buktinya ke pada pihak Polda. Mengenai ada penggelapan uang itu tidak ada hubungannya dan tidak benar. Kita mau bikin film dakwah. Kita tahu yang mau invest sesuai dengan pikiran kita, maka kita akan terima," tegas Opick.

Opick mengenal si investor film tersebut sebagai sosok yang sholeh dan dermawan, serta memiliki misi yang sama untuk mengembangkan dunia seni peran. Dan dalam kasus ini, pria asal Jember, Jawa Timur itu telah diperiksa sebagai saksi oleh pihak penyidik kepolisian dan dicecar dengan 19 pertanyaan.

"Awalnya saya datang ke Martapura (Kalimantan Selatan, Red), kabarnya ada intan besar. Dan saya coba hubungin dan akhirnya bisa, saya tawarin konsep SUNAN KALI JAGA dan dia tertarik menyebarkannya," kata Opick mengisahkan awal pertemuannya dengan sang investor filmnya.

Rencananya, uang yang masih ada pada mereka saat ini akan segera dikembalikan.    (kpl/adt/bun)

Editor:  

Anton