Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Panen Hujatan, Baim Wong Putuskan Lepas HAKI Citayam Fashion Week: Daripada Berkelanjutan Lah

Selasa, 26 Juli 2022 10:33 WIB
Panen Hujatan, Baim Wong Putuskan Lepas HAKI Citayam Fashion Week: Daripada Berkelanjutan Lah
Baim Wong lepas HAKI Citayam Fashion Week © Instagram.com/baimwong

Kapanlagi.com - Sebelum menggelar konferensi pers terkait pendaftaran HAKI Citayam Fashion Week yang bikin publik heboh belum lama ini, Baim Wong mengungkap pandangannya tentang Hak Cipta melalui video klarifikasi yang diunggahnya di kanal YouTube Baim Paula.

Dalam video berdurasi 14 menit 37 detik tersebut, Baim Wong menjabarkan ide awal dirinya yang sepemikiran dengan Paula Verhoeven terkait Citayam Fashion Week.

"Saya mulai dari awal aja lah, ketika adanya ide ini sebenarnya pas Paula itu di sana. Idenya kan sebenarnya bukan HAKI, idenya itu kita adain suatu pagelaran atau kompetisi supaya Citayam Fashion Week ini ada dan bilangnya itu nggak cuma gini aja. Dan kita mencari awalnya, siapa yang punya HAKI-nya ya? Ini beneran nih, siapa yang punya HAKI-nya ya?" ujar Baim Wong.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. Tak Mau Ambil Hak Orang

Gambar

Baim Wong mengaku dirinya bukan kelabakan karena muncul masalah terkait keputusannya tersebut. Pasalnya, ia memiliki bukti dan track record perjalanannya mendaftarkan HAKI yang sudah meminta izin Bonge cs selaku pentolan Citayam Fashion Week.

"Jadi kalau saya tipikal orang yang mau ngambil gitu aja hak orang, nggak. Saya nanya dulu sama Bonge, abis itu baru saya nanya ke HAKI. Saya bilang Bonge, 'Bonge nanti ketemu ya. Yuk, kita mau ini,'" ungkap Baim seraya menampilkan bukti chat-nya dengan Bonge pada tanggal 20 Juli 2022.

2. Pemilik HAKI Belum Ada

Gambar

Di hari yang sama, Baim juga menanyakan kepemilikan HAKI yang ternyata belum ada yang punya. Oleh karena itu, ia pun lantas berinisiatif untuk membuat HAKI.

"Akhirnya saya menanyakan dulu sebelum saya membuat kompetisi atau pagelaran yang besar. Saya nanya dulu, HAKI-nya siapa? Karena kalau HAKI itu ada, saya mau minta izin, se-simple itu. Boleh nggak? Yuk, kita buat bareng. HAKI itu belum ada yang punya. Akhirnya kita bikin aja HAKI-nya, se-simple itu. Bukan kita ambisius untuk mengambil haknya Citayam Fashion Week. Itu dia. Awalnya sebenarnya dari situ," lanjutnya.

3. Ingin Bangun Citayam

Lebih lanjut, Baim juga menjabarkan bahwa apa yang dilakukannya untuk Citayam Fashion Week nantinya akan kembali pada Citayam sendiri. Hal ini sudah disampaikannya saat bertemu langsung dengan Bonge cs sebagai perwakilan Citayam Fashion Week.

"Saya bilang sama mereka, saya akan buat ini untuk kalian, boleh ditanyakan ya. Saya tidak mengambil sebenarnya. Cuma saya bilang sama mereka, 'ketika kalian masuk ke sini juga, sebenarnya Citayam Fashion Week itu juga bukan punya kalian. Jadi takutnya kesenjangan nih sama orang-orang di situnya. Gimana kalau kita, saya berencana nih, dari hasil semua ini kalau misalkan ada, karena kan memang kita semua dari uang saya dulu nih semuanya. Kalau misalnya hasil dari sini ini ada, saya bilang, kita buat bangun Citayam,'" tuturnya.

4. Sedih Akan Tuduhan Netizen

Oleh karena itu, Baim mengaku begitu sedih saat mendengar tuduhan macam-macam dari publik, terlepas dengan niatan awalnya untuk memajukan Citayam.

"Walaupun semuanya belum menanyakan sama saya, atau apa pun itu ya, dengan opini masing-masing. Saya lumayan agak sedih juga, dalam arti, aduh padahal kita niatannya nggak ke situ ya, nggak mengambil hak orang. Malah kita mau memberi semua hasil ini ke Citayam. Tapi akhirnya malah jadi seperti ini, kita, saya pun jadi ngerasa kayak, 'lho kok jadi begini ya?'" kata Baim.

5. Putuskan Untuk Lepas HAKI

Lebih lanjut, Baim mengungkap dirinya dan istri tidak seambisius itu, karenanya mereka akan melepaskan persoalan HAKI ini daripada masalah yang timbul semakin berkelanjutan.

"Jadi memang kita mau melepaskan. Karena menurut saya nggak mau jadi kayak seperti ini ya. Nggak ada niatan kita untuk apa, tadi juga berpikiran akan dibikin HAKI bareng-bareng juga sama mereka, cuma saya bilang daripada berkelanjutan lah," ungkapnya.

6. Harapan Baim Wong

Namun, Baim menyayangkan tentang opini publik yang terlalu dini dalam menyimpulkan sesuatu tanpa mencari tahu lebih lanjut tentang keputusannya tersebut. Ke depannya, Baim berharap agar publik mau saling mendengarkan baru beropini.

"Saya tidak menyalahkan dan tidak dendam juga sama kalian ya, beneran nggak, demi Allah nggak. Jadi saya mengerti banget. Cuma alangkah baiknya, kalau mendengarkan dulu, saling mendengarkan baru beropini, takutnya kan malah jadi kayak salah persepsi, jadi negatif, malah merugikan. Cuma kalau saya balik lagi, gapapa," katanya.

7. Akui Tak Tahu

Tentunya permasalahan ini menjadi pembelajaran bagi Baim yang mengakui kesalahannya karena tidak terlalu memahami tentang intellectual property terkait public domain.

"Memang mungkin salah saya ketika awalan harusnya saya agak mengerti ya, ini adalah domain-nya public. Saya kan belum terlalu mengerti begitu ya maaf ya soal IP (intellectual property)," ucapnya.