Pasca Operasi, Kesehatan Gesang Membaik

Noviana Indah TW | 20 Januari 2010, 13:26 WIB
Pasca Operasi, Kesehatan Gesang Membaik
Kapanlagi.com - Kondisi kesehatan komponis kawakan berusia 92 tahun, Gesang, rupanya terlihat semakin baik pada Rabu (20/01) hari ini setelah menjalani operasi prostat Selasa pagi kemarin.

Kini, pencipta lagu legendaris Bengawan Solo itu tengah menjalani perawatan pasca operasi di Ruang Firdaus Nomor 7 RSU PKU Muhammadiyah Solo. Beliau pun sudah bisa diajak berbicara dengan pembesuk.

"Pak Gesang menjalani operasi, Senin (18/01), pukul 06.00 WIB, dan hari itu juga, sekitar pukul 12.00 WIB, sudah dipindah di ruang perawatan Firdaus sampai sekarang ini dengan pengawasan dr. Suharto Wijanarko dan dr. Tri Sula W.," kata Ny. Kayati Sarbini, adik Gesang, di RSU PKU Muhammadiyah Solo, di Solo, Rabu (20/01).

Gesang yang lahir di Solo, 1 Oktober 1917 itu menceritakan tentang gejala sakit yang dirasakan yakni ketika akan buang air kecil.

"Waktu itu saya mau buang air kecil merasakan sakit sekali dan bahkan sudah tidak kuat menahan sehingga pada Jumat (15/01) malam saya dibawa ke RSU PKU Muhammadiyah ini sampai sekarang," katanya.

Gesang yang sekaligus pelantun lagu Bengawan Solo itu mengatakan, saat sekarang ini kondisi badannya sudah lebih enak, tidak seperti beberapa hari terakhir lalu.

Tetapi, katanya, dirinya belum boleh pulang ke rumah oleh dokter karena masih menjalani perawatan pasca operasi.

"Kalau saya disuruh memilih, lebih enak pulang ke rumah. Di sini memang apa-apa ada, mau makan apa ada, tetapi rasanya tidak enak. Kalau pulang ke rumah bisa main-main bersama cucu," katanya.

Ia mengakui, beberapa tahun terakhir ini kondisi badannya memang tidak seperti dulu lagi.

"Maklum saya ini sekarang sudah tua, maka kalau di rumah, hanya jalan-jalan sambil mendengarkan radio," katanya.

Gesang yang diajak berbincang sambil berbaring di tempat perawatan di ruangan itu juga menceritakan mengenai kesenangannya terhadap suara kicau burung Kacer Merah atau Anis Merah.

Ia mengaku memelihara jenis burung tersebut sejak Tahun 1935 hingga 2002.

"Jenis burung ini yang paling saya senangi karena kicauannya bagus dan bahkan bisa seperti orang teler kalau berbunyi," katanya.

Ia juga menyatakan belum tahu kapan dokter mengizinkan dirinya pulang ke rumahnya.  (ant/npy)

Editor:  

Noviana Indah TW