Pengacara Tessa Kaunang: Saya Ragukan Kualitas Otak & Mata Pihak Sandy Tumiwa

Ellyana Mayasari | 11 April 2018, 15:52 WIB
Pengacara Tessa Kaunang: Saya Ragukan Kualitas Otak & Mata Pihak Sandy Tumiwa

Kapanlagi.com - Perceraian artis Tessa Kaunang dan Sandy Tumiwa sudah berlangsung beberapa tahun lalu. Namun, badai perkara sepertinya terus berlanjut hingga saat ini.

Masalah ini bisa dilihat dari kehadiran Tessa dan Pengacaranya, Irsan Gusfrianto, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (10/4) lalu. dan berikut penjelasan Irfan terkait kehadiran mereka di persidangan.

"Agenda hari ini, duplik dari kami selaku pihak tergugat," ungkap Irfan. "(Ini) tentang bantahan dari replik pihak penggugat (Sandy Tumiwa) yang intinya menafsirkan tentang putusan pengadilan nomor 408," lanjutnya menjelaskan.

Pengacara Tessa ini juga memberi penjelasan tentang letak permasalahan dari gugatan Sandy Tumiwa tersebut. "(Pihak) Sandy membaca putusan tentang nafkah anak pada poin lima (dari putusan pengadilan di atas) tidak utuh," ujarnya sebelum lanjut membantah pernyataan Sandy seperti dikutip di beberapa media.

Suasana sidang Tessa Kaunang - Sandy TumiwaSuasana sidang Tessa Kaunang - Sandy Tumiwa

"Begini statemen (Sandy) di media-media bahwa 'jika di kemudian hari keadaan ekonomi tergugat memungkinkan untuk tergugat akan memberi nafkah terhadap anaknya tersebut lebih banyak dari lima juta.' Itu dari Sandy. Seolah-olah lima juta ini bukan suatu kewajiban. Sementara dalam putusan pengadilan menyatakan seperti ini 'menghukum tergugat untuk memberi uang nafkah anak secukupnya sebesar lima juta rupiah perbulan, jika di kemudian hari keadaan ekonomi tergugat memungkinkan untuk tergugat akan memberi nafkah (dan seterusnya).' (Jadi lima juta) ini wajib lho, mutlak," terang Irfan.

Itulah sebabnya, Irfan balik meragukan gugatan pihak Sandy Tumiwa terhadap kliennya. "Makanya berdasarkan statementnya, saya justru aneh dengan orang-orang ini. Kualitas otaknya, matanya, saya ragukan. Ini putusan pengadilan jelas, mereka ada upaya mau melecehkan putusan pengadilan," pungkasnya.

Irfan sepertinya juga menginginkan Sandy dan pengacaranya bersikap lebih 'gentle' dalam melayangkan gugatan. "Saya bingung saya sama orang-orang seperti itu. Sudahlah, sehat-sehat saja kalau kita berperang di pengadilan. Jangan guling sana, guling sini, pelintir sana, pelintir sini. Itu yang mereka lakukan," tegasnya lagi.

(kpl/pur/mae)

Reporter:  

Mathias Purwanto.