Pengakuan Dewi Sandra Tentang Dosa-Dosa di Masa Lalu

Guntur Merdekawan | Kamis, 14 November 2019 14:35 WIB
Pengakuan Dewi Sandra Tentang Dosa-Dosa di Masa Lalu

Kapanlagi.com - Dewi Sandra saat ini telah bertransformasi jadi sosok yang begitu religius. Padahal dulunya wanita kelahiran Rio De Janeiro, Brasil ini sempat lekat dengan imej seksi. Ia bahkan telah berganti agama sebanyak 2 kali, sebelum akhirnya memantapkan hatinya sebagai seorang muslim.

Tak bisa dipungkiri jika di awal-awal perjalanannya sebagai pemeluk agama Islam, Dewi kerap lalai untuk menjalankan ibadah. Lewat salah satu postingan terbarunya di Instagram, wanita berusia 39 tahun itupun membuat pengakuan panjang.

"Pernah bangun telat untuk subuh, pernah lupa berapa rakaat ketika sedang salat, pernah beralasan lelah melangkah ke masjid, pernah menunda-nunda salatku, pernah males banget baca AlQuran, pernah merecehkan yang penting dan mementingkan yang receh," tulis Dewi pada caption postingannya.

1 dari 2 halaman

1. Masih Sering Lakukan Kesalahan Hingga Saat Ini

Masih Sering Lakukan Kesalahan Hingga Saat Ini © Instagram/dewisandra
Bahkan hingga saat inipun Dewi masih pernah melalaikan kewajibannya. Namun bedanya, jika dulu menyalahkan Tuhan, kini istri Agus Rahman itu lebih memilih untuk menyalahkan dirinya sendiri.

"Dan kalau boleh jujur ketika lagi futur, hal-hal di atas kadang masih 'pernah' terjadi. Bedanya dulu cuek abis dan menyalahkan Tuhan. Kenapa bikin agama yang peraturannya banyak dan susah? Sekarang justru mempertanyakan dosa apa yang telah ku lakukan sehingga aku nggak bisa taat kepada agama yang ingin menyelamatkan dunia dan seisinya," sambung Dewi.

2 dari 2 halaman

2. Dapat Pelajaran Berharga Selama Liburan di Turki

Dapat Pelajaran Berharga Selama Liburan di Turki © Instagram/dewisandra
Pelajaran berharga ini didapatkan Dewi ketika dirinya mengunjungi Turki belum lama ini bersama suaminya. Selama di sana, Ia kembali teringat akan kesalahan-kesalahan yang pernah dibuatnya dan mencoba untuk bangkit jadi individu yang lebih baik.

"Bagaimana mungkin Yang Maha Sempurna salah? Tak mungkin ada celah. Jika harus ada yang disalahkan maka yang salah itu saya, saya dan saya. I will never forget what Turkey taught me," tutup Dewi.

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑