Pengakuan Mengejutkan Femmy Permatasari, Sempat Ingin Disuntik Mati

Guntur Merdekawan | Selasa, 05 November 2019 10:45 WIB
Pengakuan Mengejutkan Femmy Permatasari, Sempat Ingin Disuntik Mati

Kapanlagi.com - Bertahun-tahun lalu, Femmy Permatasari sempat divonis menderita tumor payudara. Karenanya, Ia sampai harus terbang ke Singapura untuk menjalani pengobatan mengangkat tumor tersebut.

Fakta itu diungkapkan sendiri oleh Femmy di Youtube MOP Channel belum lama ini. Bahkan setelah diangkat, tumor bintang sinetron Anugerah itu sempat muncul lagi sekitar 2 tahun lalu.

"Tumor payudara 15 tahun lalu. Aku tuh kalau mandi semua disabunin. Nah pas bagian payudara kok berasa ada jendolan. Akhirnya periksa, ternyata ada kemungkinan antara kanker atau tumor. Akhirnya sama suami pertama dilariin ke Singapura, di sana 15 tahun lalu peralatan sudah canggih. Puji tuhan ternyata tumor," kenang Femmy seperti dikutip dari Youtube MOP Channel.

"5 tahun lalu sama terakhir 2 tahun lalu kejadian lagi. Apalagi yang terakhir ini ya, lama-lama stress karena itu jendolannya udah kayak bakso, gede banget. Itu payudara saya udah jendol gede banget," sambungnya.

 

1 dari 3 halaman

1. Femmy Permatasari Ingin Disuntik Mati

Femmy Permatasari Ingin Disuntik Mati Femmy Permatasari © KapanLagi/Agus Apriyanto
Femmy begitu takut jika dirinya divonis kanker. Bahkan saking stress-nya sebelum menjalani pemeriksaan, Ia sampai ingin disuntik mati saja jika memang benar-benar menderita kanker.

"Kalau misalnya kanker, itu semua mau diangkat semua payudara saya. Saya bilang ke dokter, 'Dok pokoknya mau kanker, mau apapun, nggak boleh diangkat, saya nggak mau. Mending suntik mati aja deh kalau saya sampai ada kanker'," ungkap Femmy.

2 dari 3 halaman

2. Alasan Femmy Permatasari Takut Kanker

Rupanya almarhum ayah Femmy dulunya meninggal karena kanker. Tahu betapa berat penderitaan dari seorang pejuang kanker, Ia pun kini begitu trauma dan takut akan penyakit kanker. Tapi pada akhirnya, ketakutan Femmy tidak terjadi.

"Karena saya takut, almarhum papa saya meninggal karena kanker paru-paru kan, jadi saya tau penderitaannya seperti apa. Sadar dari operasi, saya pegang dada saya. Masih utuh, puji tuhan. Ternyata tumor jinak kok, bukan kanker," tuntas Femmy.

3 dari 3 halaman

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑