Pengakuan Pelaku Terkait Ancaman Pada Keluarga Eza Gionino, Siap Potong Leher

Guntur Merdekawan | Kamis, 28 November 2019 11:15 WIB
Pengakuan Pelaku Terkait Ancaman Pada Keluarga Eza Gionino, Siap Potong Leher

Kapanlagi.com - Eza Gionino kini bisa merasa lebih tenang karena Qory Supiandy, pelaku pengancam santet keluarganya sudah diamankan pihak kepolisian. Qory juga sudah menemui Eza dan istrinya, lantas minta maaf sambil menangis.

Hingga saat ini masih belum diketahui bagaimana nasib Qory selanjutnya. Apapun itu, sang pelaku mengaku jika dirinya siap menerima semua konsekuensi atas ucapannya yang meresahkan keluarga Eza.

"Bismillah karena sudah minta maaf dari hati yang terdalam, mungkin ini pelajaran bagi Qory. Insya Allah Qory siap menerima apapun yang terjadi. Yang jelas, intinya Qory merasa senang, hati damai karena Bang Eza dan keluarga sudah tenang. Tapi kalau untuk masalah kepolisian, Qory serahkan ke Bang Eza. Apapun yang terjadi Qory siap. Qory memang harus bertanggungjawab atas omongan Qory sendiri," Qory ditemui di kawasan permata hijau, Jakarta Selatan, Rabu (27/11).

1 dari 2 halaman

1. Ancaman Santet Hanya Gertak Sambal

Ancaman Santet Hanya Gertak Sambal Eza Gionino © KapanLagi/Akrom Sukarya
Lebih jauh, Qory mengaku sedang mabuk berat ketika mengirimkan ancaman santet pada keluarga Eza. Sejatinya itu hanya gertak sambal yang tak mungkin dilakukannya. Demi menguatkan pernyataannya, Qory bahkan berani bersumpah di hadapan awak media.

"Demi Allah atas nama Qory Supiandi, Qory bersumpah itu tidak akan terjadi sedikit pun (santet). Garansi. Seandainya itu terjadi, Qory siap potong leher. Siap mati kalau itu terjadi. Kemarin itu Qory masih mabuk, masih tidak sadar," sambung Qory.

2 dari 2 halaman

2. Berharap Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Berharap Diselesaikan Secara Kekeluargaan Eza Gionino © KapanLagi/Dadan Deva
Senada dengan Qory, Lissa V selaku pengacara Qory juga berharap agar pihak Eza mau menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Ia berharap agar Qory maupun Eza bisa menjalani kehidupannya secara normal lagi.

"Harapan kami sebenarnya sampai di tahap mediasi, kemudian pihak Eza Gionino beserta keluarga memaafkan. Tadinya kami ingin segera selesaikan pada tahap mediasi saja, tapi karena ini berlanjut sesuai permintaan Bang Eza, ya kita akan melalui tahap berikutnya. Ya ini di luar perkiraan. Tadi berharap dimaafkan dan balik lagi sama-sama menjalankan hidup normal," tutup Lissa.

(kpl/dan/gtr)


Reporter:  

Dadan Deva

↑