Pengakuan Rio Reifan, Pakai Narkoba Sejak Tahun 2012

Ahmat Effendi | 01 Juli 2015, 14:15 WIB
Pengakuan Rio Reifan, Pakai Narkoba Sejak Tahun 2012
Kapanlagi.com - Sudah bertahun-tahun aktor Rio Reifan terjerat barang haram yang merusak tubuhnya. Dalam persidangan ia mengaku selalu membawa narkoba tersebut ke mana-mana sejak tahun 2012. Rio bahkan mengonsuminya sebanyak dua kali dalam sehari.

"Tahun 2012 pertama kali pakai. Seminggu bisa setiap hari (pakai narkoba)," ucap Rio di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (29/6).

Rio sendiri tertangkap karena narkoba sejak Januari 2015 silam ketika mengonsumsi barang haram tersebut di Lobi Apartemen Kalibata City. Ketika ditangkap didapati alat bukti berupa alat hisab dan shabu.

"Belinya sendiri. Saya sudah terjerat. Yang saya rasakan normal awalnya, saat saya nggak gunakan, saya berasa sakit," ucapnya. 

Karena sudah kecanduan, Rio pun terus menerus memakai barang haram tersebut dalam jangka waktu yang lama. Mendengar pengakuan Rio, hakim sempat memberikan narkoba.

Rio Reifan memakai narkoba sejak 2012, dan mengonsumsinya dua kali sehari. ©KapanLagi.com/Agus ApriyantoRio Reifan memakai narkoba sejak 2012, dan mengonsumsinya dua kali sehari. ©KapanLagi.com/Agus Apriyanto

"Saudara bisa tenang kan sekarang? Kenapa itu bisa? Karena ada keyakinan diri. Dulu kenapa saudara pakai? Karena saudara mungkin saat dulu menggunakan merasa bisa menyenangkan diri. Saudara sekarang dilihat orang, ada wartawan yang meliput. Tetapi saudara bisa terlihat tegar, Kenapa? Karena saudara bisa mengontrol diri sebenernya," tutur Hakim. 

Hakim pun menegaskan bahwa dengan memakai narkoba, Rio telah dua kali dirugikan. Selain uangnya terus terpakai, fisiknya pun rusak akibat barang haram tersebut. 

"Semua orang nggak ada yang nggak punya masalah. Saudara nggak akan bisa lari dari masalah, makanya saya nasihati saudara tidak bisa lari dari kenyataan. Pegang tekad dalam hati bahwa saya harus bisa. Bisa bagaimananya? Itu saudaranya yang tahu. Saya rasa ini teguran, tetapi jangan sesali. Karena menyesal tidak akan menyelesaikan masalah," ucap Hakim.

(kpl/aal/sjw)

Reporter:  

Sahal Fadhli