Pengakuan Terbaru Karen Idol, Sempat Dikeroyok Suami dan Mertua

Guntur Merdekawan | Jum'at, 06 Desember 2019 09:15 WIB
Pengakuan Terbaru Karen Idol, Sempat Dikeroyok Suami dan Mertua

Kapanlagi.com - Permasalahan rumah tangga antara Karen Pooroe dan suaminya, Arya Satria masuk ke babak baru. Setelah membuat laporan terkait KDRT dan anaknya yang dibawa kabur oleh Arya, salah satu finalis Indonesian Idol itu kini membuat pernyataan baru yang tak kalah mengejutkan.

Pada sidang terbaru, Karen selaku pelapor menghadirkan seorang saksi untuk memperkuat statement-nya. Sosok yang ditunjuk jadi saksi bernama Tia, yang tak lain adalah asisten rumah tangga (ART) Karen.

"Jadi beberapa hari lalu kita laporkan terkait pasal pengeroyokan terhadap klien kami. Dia merasa dapat kekerasan dan itu lebih dari satu orang. Barusan itu pemeriksaanya adalah saksi. Tia sebagai saksi yang kami hadirkan dan udah diperiksa dengan beberapa pertanyaan. Terus karen juga diminta untuk bercerita. Apa adanya semua diceritakan," ungkap Kuasa Hukum Karen, Acong Latief di Polres Jakarta Selatan, Kamis (5/12).

1 dari 4 halaman

1. Kronologi Kejadia Pengeroyokan

Kronologi Kejadia Pengeroyokan Karen Idol / Credit: KapanLagi - Mathias Purwanto
Kepada awak media Karen pun menceritakan kronologi lengkap dari aksi pengeroyokan yang dialaminya. Kejadian itu terjadi pada tanggal 14 November lalu di rumah mertua Karen.

"Kejadian tanggal 14 November, saya melihat anak saya di rumah mertua. Saya sudah janjian dengan Arya, saat itu saya datang, saya ketuk gerbangnya. Yang lihat securitynya, lalu ditutup lagi suruh nunggu 40 menit di luar depan pintu. Anak saya di dalem. Nggak lama Arya datang dengan ojek online. Saya lama nunggu, saya meradang kenapa saya suruh tunggu depan pintu? Kita cekcok, cekcok juga dengan ayahnya di dalam," kenang Karen.

2 dari 4 halaman

2. Sepupu Karen Idol Dituduh Sebagai Preman

Sebelum mendatangi rumah mertua Arya, Karen mengaku sudah pernah mengalami KDRT dari sang suami. Karena merasa insecure untuk datang sendiri, Karen pun mengajak sepupunya untuk berjaga-jaga jika terjadi apa-apa. Namun mertua Arya malah menganggap sepupu Karen sebagai seorang preman.

"Sebelum saya ke sana, saya merasa insecure takut terjadi KDRT seperti sebelumnya 8 September. Saya minta saudara saya untuk menemani saya, tapi tunggu di luar kalau ada apa-apa saya akan kasih tahu. Kalau bapak Arya bilang itu preman salah besar, karena sepupu saya, om saya orang Maluku. Hitam dibilang preman? Rasis banget langsung bilang preman," sambung Karen.

3 dari 4 halaman

3. Mertua Karen Keluarkan Pistol

Mertua Karen Keluarkan Pistol Karen Idol / Credit: KapanLagi - Mathias Purwanto
Mertua Arya lantas mengeluarkan sebuah pistol miliknya untuk mengusir sepupu Karen. Padahal, ibu satu anak itu sudah menjelaskan jika orang yang menunggu di luar itu bukan preman, melainkan sepupunya.

"Ketika saya cekcok, mungkin suara saya lengking, saya merasa tidak dimanusiakan karena nunggu di depan lama. Kakak sepupu saya ngetok pager. Mertua saya teriak, 'Mana pistol saya? Ada preman preman di luar'. Saya bilang itu bukan preman, mereka jemput saya pulang, terjadilah yang minta pistol bapak mertua dan dibawakan oleh istrinya. Diambil lah pistol itu sambil marah-marah ke depan," kenangnya lagi.

4 dari 4 halaman

4. Karen Idol Disekap Tak Boleh Keluar

Mendapati sang mertua membawa pistol, Karen seketika panik dan mencoba membawa putrinya untuk kabur. Namun usahanya dihalangi oleh orang-orang di sekitarnya. Bahkan, Karen punya beberapa bukti hasil pemeriksaan visum jika dirinya telah mengalami pengeroyokan.

"Saya gendong anak saya lari, saya takut terjadi tembakan di situ. Saya lari didorong, ada bekas lukanya. Saya divisum belakang saya juga kena, saya jatuh terduduk, juga ditarik karena saya mencoba untuk keluar. Ada senjata api di situ, saya teriak, 'Tolong awas keluar ada senjata api, jangan sampai ada yang tertembak'. Pager dislot, ada penyekapan juga, saya nggak boleh keluar. Kenapa pintu digembok sih? Kalau saya ada apa-apa pistol kena saya atau anak saya gimana? Saya minta ini ditindak, saya dikeroyok, saya ibu nggak bersenjata, datang lihat anak ditodong senjata, yang benar aja," tuntas Karen.

(kpl/far/gtr)


Reporter:  

Fikri Alfi Rosyadi

↑