Penyidik Ungkap Motif Galih Ginanjar Sebut 'Ikan Asin' Untuk Permalukan Fairuz

Rezka Aulia | Selasa, 09 Juli 2019 11:21 WIB
Penyidik Ungkap Motif Galih Ginanjar Sebut 'Ikan Asin' Untuk Permalukan Fairuz

Kapanlagi.com - Sebuah perkembangan mengejutkan datang dari kasus 'Ikan Asin' yang melibatkan Galih Ginanjar dan Fairuz A Rafiq. Tim penyidik dari Polda Metro Jaya telah memeriksa Galih dalam kasus satu ini. Dalam pemeriksaan yang berlangsung lebih dari 13 jam itu mengatakan ucapannya bertujuan mempermalukan sang mantan, Fairuz A Rafiq.

"Dari keterangan saudara Galih berkaitan dengan apa yang dia sampaikan, ya memang intinya yang bersangkutan mengakui mengatakan seperti itu (bau ikan asin). Dia motifnya ingin mempermalukan mantan istrinya. Intinya untuk mempermalukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (8/7) dilansir dari Merdeka.com.

1 dari 2 halaman

1. Fairuz Sakit Hati

Fairuz Sakit Hati © KapanLagi.com/Adi Abbas
Hingga saat ini penyidik belum menaikkan status Galih menjadi terangka. Namun kini status perkara telah naik dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Kasus bermula dari sindiran Galih tentang 'ikan asin' di kanal youtube Rey Utami-Pablo Benua. Kalimat tak pantas yang diucapkan Galih amat melukai perasaan Fairuz sebagai wanita dan ibu atas anak yang didapatnya dari pernikahan dengan Galih. Fairuz pun mengambil langkah hukum dengan memperkarakan kasus ini dengan bantuan hukum dari Hotman Paris Hutapea.

2 dari 2 halaman

2. Ke Komnas Perlindungan Perempuan

Tak hanya membawa kasus ini ke kepolisian, Hotman dan Fairuz baru saja melapor ke Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak. Menurut Hotman, perbuatan Galih tak hanya melukai perasaan Fairuz, namun juga seluruh wanita pada umumnya. Fairuz yang didampingi Hotman dan Sonny Septian tak banyak memberi statement hanya karena masih shock dan menangis.

"Makasih temen-temen yang udah support, saya mohon doanya untuk keadilan buat saya. Makasih saya belum bisa ngomong apa-apa," pungkas Fairuz sambil menahan tangisnya.

 

Sumber: Merdeka.com/Ronald

 

(kpl/mdk/rna)


Editor:  

Rezka Aulia

↑