Perasaan Deddy Corbuzier Setelah Mualaf, Bebas dan Plong!

Guntur Merdekawan | Jum'at, 21 Juni 2019 23:15 WIB
Perasaan Deddy Corbuzier Setelah Mualaf, Bebas dan Plong!

Kapanlagi.com - Setelah menjalani proses mualaf di Yogyakarta, Deddy Corbuzier langsung terbang kembali ke Jakarta. Ia lantas bertolak ke rumah Anang Ma'ruf yang berstatus sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia. Tujuannya adalah untuk meminta doa agar perjalanannya sebagai seorang muslim dilancarkan.

Di hadapan awak media, presenter Hitam Putih ini lalu menjelaskan tentang pandangannya terhadap Islam dan agama-agama lain di Indonesia. Usut punya usut, Deddy sudah sejak setahun terakhir ini punya niatan mualaf.

"Kalau ditanya begitu, saya gini, saya akan menjawab bahwa semua agama yang ada di Indonesia, karena Indonesia meyakini 6 perbedaan agama, semua baik, tidak ada yang jelek, tidak ada yang jahat, tidak ada yang negatif. Tapi kalau saya belajar agama Islam sendiri sudah hampir setahun, sudah 8 bulan lebih lah dengan Gus Miftah dan beberapa teman-teman juga di sana. Saya mungkin tidak belajar Bahasa Arabnya, tapi saya belajar intisarinya apa. Dan di sana indah," ujar Deddy ketika ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/6).

 

1 dari 2 halaman

1. Alasan Mualaf

Satu hal yang jadi pertanyaan publik adalah alasan Deddy untuk mualaf. Sayangnya ketika ditanya mengenai hal itu, ayah satu anak ini enggan membeberkannya.

"Sebenernya menurut saya bukan agama tidak indah, semua agama indah. Cuma kenapa saya pindah? Itu biar saya dan Allah saja yang tahu. Karena kalau nanti saya bilang saya nyaman, artinya agama yang sebelumnya saya tidak nyaman, nanti jadi salah lagi saya," sambung pria berkepala plontos itu.

2 dari 2 halaman

2. Merasa Plong

Merasa Plong Deddy Corbuzier jalani salat maghrib berjamaah © KapanLagi/Bayu Herdianto
Hati Deddy rupanya sempat berkecamuk sebelum akhirnya benar-benar memantapkan diri untuk mualaf. Kini, Ia pun merasa begitu lega dan banga karena telah masuk Islam karena menuruti kata hatinya sendiri.

"Saya merasa bebas, bahagia, bangga, senang sekali, plong karena selama ini berkecamuk. Saya merasa plong dan saya tidak menyangka juga bahwa dukungan dari teman-teman banyak sekali. Saya nggak menyangka bahwa beliau juga bisa hadir membantu saya. Itu saya senang sekali. Jadi kalau ditanya rasanya seperti apa, ya saya memulai sesuatu yang baru dan masih banyak yang harus dipelajari. Karena jujur aja ketika saya belajar dengan Gus Miftah yang diajarkan sama beliau itu bukan isi Quran gitu, tapi apa itu Islam dan menurut saya itu yang membuat saya tertarik dan saya nggak ditakut-takutin," pungkas pria berusia 42 tahun ini.

(kpl/apt/gtr)


↑