Pertama Diterima Audisi Sebagai Trainee, Dita Karang Sama Sekali Tak Bisa Bahasa Korea

Minggu, 24 Mei 2020 22:35 WIB
Pertama Diterima Audisi Sebagai Trainee, Dita Karang Sama Sekali Tak Bisa Bahasa Korea

Kapanlagi.com - Banyak sekali pertanyaan yang keluar mengenai sosok Dita Karang, gadis Indoensia pertama yang sukses menjalani debut di industri musik K-Pop sebagai personel girlband bernama Serial Number. Satu per satu misteri itu akhirnya terungkap, terutama ketika Dita sendiri blak-blakan menceritakan kisahnya kepada Dian Sastrowardoyo belum lama ini.

Sebelumnya telah kita kupas bagaimana kisah Dita menjalani proses audisi yang begitu sulit, di mana Ia beberapa kali merasakan kegagalan. Namun usaha keras gadis asli Yogyakarta ini akhirnya membuahkan hasil.

"Jadi aku dateng ke Korea, sendirian, nggak kenal siapa-siapa juga. Aku lumayan pemberani juga ya, gas pol. Di situ ikut audisi lagi," kenang Dita dilansir KapanLagi.com dari akun Instagram Dian Sastrowardoyo, Minggu (24/5).

1 dari 2 halaman

1. Sama Sekali Tak Mengerti Bahasa Korea

Sama Sekali Tak Mengerti Bahasa Korea Credit: Instagram/therealdisastr
Setelah diterima sebagai trainee, tantangan Dita tak lantas berakhir sampai situ saja. Ia masih harus mempelajari bahasa dan juga budaya Korea. Kepada Disas, Dita bahkan mengaku jika kala itu Ia datang ke Korea tanpa sedikitpun mengerti Bahasa Korea.

"Masuk lah aku keterima, aku mulai training, aku juga mulai les bahasa di sini setiap hari. Karena aku pengennya debut di sini, aku harus bisa Bahasa Korea dong, masa aku dateng di negara orang aku cuma pengen debut aja nggak bisa ini itu," sambungnya.

2 dari 2 halaman

2. Les Bahasa Korea Secara Intens

Selama menjalani masa training, Dita juga masih harus les Bahasa Korea secara cukup intens. Meski pelajaran yang didapat dari guru les sangat membantu, namun menurutnya berbincang langsung dengan sesama member dan juga staff adalah cara terbaik.

"Jadi aku tiap hari bener-bener takes note, nonton drama, beneran untuk belajar. Sampai aku bisa beneran ngobrol mengucapkan apa yang aku pengen, nggak cuma halo atau terima kasih gitu, mungkin sekitar 5 atau 6 bulan. Tapi itu jalan terus sih sampai sekarang," kenangnya lagi.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Dian Sastrowardoyo (@therealdisastr) on May 24, 2020 at 3:04am PDT


"Yang sama guru pake buku itu 1 jam tiap hari, tapi setelah itu kan aku latihan juga sama temen-temen, guru, staff, kan harus ketemu dan ngomong. Jadi aku di situ paling banyak belajar (Bahasa Korea) waktu ngobrol sama member atau staff," tutupnya.

(kpl/gtr)