Pesta Ibas - Aliya Masih Wajar

Darmadi Sasongko | 25 November 2011, 16:55 WIB
Pesta Ibas - Aliya Masih Wajar
Kapanlagi.com - Selain membantah kalau pesta pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) - Siti Ruby Aliya Rajasa (Aliya) menelan hingga belasan miliar rupiah, Penasihat Panitia Pernikahan yang juga Sekretaris Kabinet, Dipo Alam memastikan bahwa tidak semewah yang digembar-gemborkan, baik dari upacaranya maupun hidangan yang disajikan pada tamu undangan.

"Memang ada tari-tarian, tapi itu kan adat pernikahan Palembang. Yang menarinya juga Aliya, pengantin sendiri, beserta sanak keluarganya. Kain-kain songket dipakai, itu juga karena ibu Okke Hatta Rajasa adalah Ketua Cita Tenun Indonesia (CTI) Pusat," kata Dipo Alam, di Jakarta, Jumat (24/11/2011).

Semua itu, menurut Dipo adalah wajar-wajar saja, karena sahibul hajat sekaligus juga ingin menunjukkan kepada tamu undangan yang dihadiri para Duta Besar negara sahabat dan Dirjen UNESCO Irina Bokova.

"Upacara perkawinan adat dan tari-tarian itu untuk membuktikan bahwa agama dan seni budaya di Indonesia bisa hidup sejalan berdampingan. Terlebih kita ingin agar budaya Indonesia seperti angklung, wayang, tari-tarian bisa diakui dunia lewat pengakuan UNESCO," kata Dipo.

Mengenai undangan resepsi pernikahan di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (26/11/2011) besuk yang undangannya mencapai jumlah ribuan, Dipo mengatakan serba salah untuk memberikan jawaban. Apalagi untuk undangan sekelas Presiden, orang nomor satu di Indonesia tentu memiliki banyak kolega, partner dan keluarga.

"Kalau Presiden tidak mengundang, dibilang sombong. Kalau mengundang, jadi memang banyak undangannya, dibilang mewah-mewah. Saya kira undangan yang disebar adalah wajar dan tidak berlebihan," demikian Dipo Alam.  (antara/dar)

Editor:  

Darmadi Sasongko