Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Pihak Kepolisian Tegaskan Bakal Usut Kasus Nindy Ayunda Akan Sampai Tuntas

Jum'at, 26 Agustus 2022 20:38 WIB
Pihak Kepolisian Tegaskan Bakal Usut Kasus Nindy Ayunda Akan Sampai Tuntas
Nindy Ayunda / Credit Foto: KapanLagi - Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Kasus dugaan penyekapan yang dilakukan Nindy Ayunda terhadap mantan sopirnya sampai saat ini masih terus bergulir di meja hukum. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan memastikan kepolisian akan mengusut tuntas kasus ini.

Endra menanggapi adanya anggapan jika Nindy kebal hukum karena ada oknum yang membacking dari belakang. Menurutnya, hukum harus ditegakkan, pelaku pidana, apapun statusnya akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

"Saya pastikan kasus ini akan ditangani sampai tuntas. Siapa yang melakukan pelanggaran pidana akan ditindak sesuai peraturan hukum yang berlaku. Kata siapa ada polisi yang membekingi? Tidak benar itu," ucap Endra Zulpan, Kamis (25/8/2022).

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. Tanggapan Keras Pihak Korban

Sementara itu, Sulaiman, korban dugaan penyekapan, melalui pengacaranya Fahmi Bahmid mempertanyakan proses penyidikan di Polres Jaksel yang terkesan sangat lambat.

"Kenapa sampai sekarang Nindy Ayunda belum ditetapkan sebagai tersangka? Padahal bukti-bukti yang ada menguatkan untuk menempati dia sebagai tersangka," jelas Fahmi.

Dia pun membeberkan surat pemberitahuan dari Polres Jaksel perihal perkembangan penyidikan kasus penyekapan terhadap Sulaiman. Menurutnya, dalam surat bernomor B/3881/VIII/2022/Reskrim Jaksel tertanggal 16 Agustus 2022 yang ditandatangani Wakil Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Sujarwo dijelaskan bahwa kekasih Dito Mahendra menolak diperiksa polisi, dan ibundanya Nindy Ayunda, Ratmulyati, hingga kini belum memenuhi panggilan polisi dengan alasan sakit.

"Dito Mahendra menolak diperiksa dengan alasan 'tidak patut'. Sedangkan ibunya (Ratmulyati) alasannya sedang sakit, minta dijadwalkan ulang pemanggilannya sampai dia sembuh. Kok bisa ya mereka mengatur polisi," tanya Fahmi.

2. Minta Dito Mahendra Dijemput Paksa

Fahmi Bachmid meminta Polres Metro Jaksel bertindak tegas, yaitu menjemput paksa Dito Mahendra dan ibundanya Nindy Ayunda. Dia menegaskan, penyidik polisi memiliki kewenangan untuk memanggil dan memeriksa seseorang dalam menangani kasus. Dan jika yang bersangkutan selalu mangkir maka polisi harus menjemput paksa.

"Intinya, Polres Jaksel harus menjemput paksa Dito Mahendra. Kalau dibiarkan, ini menjadi preseden buruk bagi penegak hukum di Indonesia. Apa karena yang melaporkan kasus ini orang kecil yang berprofesi sebagai sopir, jadi laporannya tidak ditangani serius oleh polisi," tuntasnya.

 

Topik Terkait