Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Pro dan Kontra Mengaku LGBT di Indonesia: Ragil Mahardika Dihujat, Chika Kinsky - Yumi Kwandy Justru Punya Fanbase

Tyssa Madelina   | Selasa, 17 Mei 2022 12:01 WIB
Pro dan Kontra Mengaku LGBT di Indonesia: Ragil Mahardika Dihujat, Chika Kinsky - Yumi Kwandy Justru Punya Fanbase
Kontroversi LGBT di Indonesia (credit: KapanLagi.com)

Kapanlagi.com - Disclaimer: Wawancara ini mencakup beberapa narasumber dari profesi yang berbeda, seperti sosiolog, psikolog, seksolog hingga para pelaku LGBT.

Reporter: Adi Abbas Nugroho, Dadan Eka Permana, Nuzulur Rakhmah, Sahal Fadhli, Fikri Alfi Rosyadi.

Fenomena Mengaku LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) menjadi topik perbincangan hangat netizen beberapa waktu terakhir. Terlebih di tengah maraknya media sosial, beberapa publik figur mulai terbuka dan memberikan support mereka soal hal ini.

Tentu saja, hal tersebut tak lepas dari kontroversi. Tak sedikit netizen yang mencibir bahkan mengecam apabila ada publik figur yang terang-terangan memberikan dukungan bagi kaum LGBT. Contoh yang terbaru adalah Ragil Mahardika dan suami gay-nya yang kini tinggal di Jerman. Buntut dari diundang di podcast Deddy Corbuzier, Ragil ramai menjadi hujatan netizen.

Tak hanya disorot oleh netizen, fenomena LGBT juga membuat beberapa ahli buka suara. Salah satunya adalah Zoya Amirin, yang berprofesi sebagai Seksolog Klinis atau Psikolog Klinis. Menurut penuturannya, fenomena LGBT sendiri sudah marak sejak zaman dulu namun dengan adanya perkembangan media sosial, maka hal itu menjadi lebih ramai diperbincangkan saat ini.

"Menurut saya dengan adanya media sosial kayak gini semua orang boleh mengekspresikan dirinya, justru kalau dibilang semua orang jadi rame tiba-tiba jadi banyak yang LGBT? Nggak sih menurut saya, sudah dari dulu, dulu tidak ada media sekarang orang pada memberanikan diri," ungkapnya, ketika ditemui oleh tim KapanLagi.com.

1. LGBT: Dijauhi dan Ditakuti

Gambar

Tak hanya dikecam, LGBT juga ditakuti oleh sebagian besar netizen. Rumor seperti 'penyakit menular' adalah salah satu alasan kenapa mereka dijauhi. Menanggapi soal hal ini, ternyata Zoya berpendapat kalau fenomena tersebut tak lepas dari budaya patriarki yang masih mengakar kuat.

"Karena budaya patriarki juga, kalau patriarki kan 'Lu gak laki banget kalau suka sama laki', tapi kan kalau perempuan sudah biasa, suka gelendotan nggak ada yang curiga. Gay itu bukan berarti bencong atau waria, sekarang banyak gay yang laki banget, ganteng," tuturnya.

"Di dunia patriarki ini,kita sering ketakutan, takut diperkosa, takut disiksa karena kita secara fisik (perempuan) lebih lemah di dunia. Tapi kalau sesama laki-laki, kenapa banyak laki-laki lebih takut sama homoseksual? Sebenarnya, takut diperkosa, karena laki-laki tidak dilahirkan ke dunia ini untuk takut, kita harus lebih kuat karena laki-laki bisa menindas, kita perempuan mesti siap jangan sampai diperkosa, jangan di tempat gelap," tandas Zoya.

Meski begitu, terlepas dari LGBT yang masih menjadi momok di Indonesia, mulai banyak yang terbuka di media sosial soal status dan orientasi seksual mereka. Ragil Mahardika, Chika Kinsky dan Yumi Kwandy adalah beberapa di antaranya.

2. Ragil Mahardika, Viral Usai Mengaku Sebagai Gay

Gambar

Nama Ragil Mahardika mendadak viral usai sering mengunggah konten di media sosial TikTok. Gayanya yang lucu dan apa adanya seolah menjadi daya tarik sendiri bagi para pengikutnya.

Namun tahukah KLovers, kalau sebelum adanya konten TikTok, Ragil sendiri juga sudah buka-bukaan soal orientasi seksualnya melalui media sosial Facebook. Kepada KapanLagi.com, ia pun bercerita soal awal mula bermain media sosial hingga mengaku sebagai gay.

"Sebenarnya aku memang dari awal punya platform lain. Aku memang di Facebook juga sudah terbuka dari zaman-zaman Facebook tahun 2014. Aku kan coming out ke keluarga, keluarga sudah tahu itu tahun 2014. Jadi semenjak itu aku nggak menyembunyikan, aku selalu posting lagi di mana, lagi ngapain, lagi sama siapa dulu," ujar Ragil Mahardika, ketika diwawancarai secara eksklusif melalui media telepon.

"Terus pindah ke Instagram aku aktif di situ juga. Tahun 2018 juga mulai YouTube. Aku kan punya channel YouTube juga walaupun nggak banyak-banyak (penonton) banget tapi punya community di YouTube. Di YouTube juga sama tentang keseharian dan aktivitasku," paparnya lagi.

3. Awal Mula Ragil Mahardika Merasa 'Berbeda'

Gambar

Ragil Mahardika menjelaskan kalau ia mengalami proses yang cukup panjang ketika menyadari soal orientasi seksualnya yang berbeda. Hal itu terjadi ketika ia berumur di bawah 17 tahun dan belum memasuki masa puber.

"Dari kecil memang sudah berbeda, sudah tahu bahwa aku akan menjadi orang yang berbeda karena melihat dari sisi lingkungan itu orang-orangnya beda semua daripada aku. Di usia-usia puber aku juga merasakan ada perbedaan sesuatu yang kayak aku bilang tadi kalau cewek suka cowok kalau cowok suka cewek, aku lebih suka lihat cowok," papar Ragil menjelaskan.

"Di masa-masa puber itu kan di usia 12-13 tahun sudah merasa berbeda. Tapi kan baru sampai tahap pahamnya itu memang di usia SMA mau kuliah ya karena lebih dewasa pemikirannya, lebih bisa menerima informasi apa yang kita dapatkan dari teman-teman dan di zaman itu sudah mulai ada internet kita udah bisa pergi ke warnet bisa Google," lanjutnya lagi.

4. Sempat Ada Keinginan Bunuh Diri

Gambar

Di tengah proses pencarian jati dirinya, tak jarang Ragil Mahardika merasa frustasi. Bahkan, ia sampai pernah berpikir untuk bunuh diri lantaran belum bisa sepenuhnya menerima orientasi seksual sebagai seorang gay.

"Dulu waktu di masa-masa pencarian jati diri aku hampir bunuh diri. Aku merasa semua orang yang ada di posisi aku dari komentar-komentar orang atau dari yang curhat ke aku di instagram juga sama. Atau dari teman-temanku yang dari LGBT juga ada di posisi itu. Which is yang sekarang jadi transgender hebat yang udah wara-wiri di TV juga ada di proses itu karena kan proses pendewasaan diri itu kan dimulai dari kita misalnya pada saat kita puber ya kan," ungkapnya.

"Aku juga ada di proses itu dan itu cukup lama juga. Di masa-masa puber, di masa-masa aku sebelum berangkat ke Jerman, pencarian jati diri sampai aku ke luar negeri kerja segala macam itu ada proses di mana aku merasa apakah aku sendirian? Apakah benar seperti yang aku inginkan ini memang ada di dunia ini? Kenapa Tuhan bikin ada perasaan ini sama aku? Aku tidak menyalahkan siapapun jadi kalau ada yang bilang ah kamu menyalahkan Tuhan, no. Aku percaya sama Tuhanku tapi di posisiku aku selalu berpikir kenapa ada perasaan ini? Kenapa nggak bisa hilang aja perasaannya terus jadi balik lagi kayak orang biasa. Tapi mau gimana lagi mau dipaksakan pun nggak bisa," lanjutnya lagi.

5. Viral di TikTok

Gambar

Kemunculan Ragil di media sosial TikTok memang selalu mencuri perhatian. Terlebih, ia juga tampil apa adanya dengan gayanya yang lemah gemulai. Di media sosial Instagram, Ragil memiliki 187 ribu followers, sedangkan di TikTok, videonya diikuti oleh 3,8 juta orang.

Tak sekali dua kali, Ragil membuat sebuah trend joget di TikTok. Videonya pun viral dan ditonton jutaan orang sampai menjadi meme. Menurut penuturan Ragil sendiri, ia tak menyangka bakal viral di TikTok karena saat pertama kali membuat akun, ia tengah mencari kesibukan di masa pandemi.

"Tahun 2020 aku bikin TikTok karena memang lagi pandemi di Jerman. Awalnya cuma iseng ngikutin joget yang lagi viral, akhirnya masuk ke tema keseharian. Nah keseharianku kan memang apa adanya yang kayak di TikTok. Akhirnya ya sudah memang menunjukkan segala macam aktivitas dan keseharianku yang bikin jadinya punya personal branding yang kuat itu ya memang termasuk dengan pasangan, termasuk dengan kehidupanku di Jerman," jelasnya.

6. Kerap Dicibir Karena Kemayu

Gambar

Lantaran namanya melejit lewat imej kemayu, tak sekali dua kali Ragil Mahardika jadi bahan olok-olokan netizen. Namun meski begitu, ia tak pernah merasa keberatan dan merasa bahwa itu adalah jati dirinya yang sesungguhnya.

"Pasti kalau ada video-video yang mengarah ke situ (LGBT) aku biasanya di tag-in 'Wah si Ragil nih, anaknya si Ragil, adiknya si Ragil atau kakaknya kak Ragil'. Misalnya ada teman-teman kita yang posting video mengarah ke dunia LGBT atau kalau ada postingan lagi nari Tik Tok yang lemah gemulai cowok-cowoknya pasti selalu disangkutpautkan ke Ragil," paparnya.

"Terbentuknya Ragil di TikTok ini sama sekali bukan rekayasa kok," lanjut pria yang kerap tampil fashionable ini.

7. Tanggapan Soal Haters

Gambar

Viral dan jadi perbincangan, sosok Ragil Mahardika kerap menuai pro dan kontra dari netizen. Kendati demikian, Ragil sendiri tak mau ambil pusing soal hal itu dan menganggap kalau semuanya sudah menjadi konsekuensi karena dirinya sudah 'come out' sebagai seorang gay.

"Kalau kita melakukannya di ruang lingkup kecil misalnya hanya di bagian keluarga, teman kan juga belum tentu ada yang setuju sama apa yang kita lakukan. Nah apalagi kita melakukannya di ruang lingkup yang besar dalam arti kata aku mengekspos apa yang jadi kehidupanku sehari-harinya atau memberi tahu kepada orang beginilah kehidupanku pasti ada konsekuensinya kalau banyak orang di luar sana yang nggak suka," ujar Ragil.

"Jadi aku dari 2014 aktif di media sosial aku udah kuat untuk tidak menghiraukan apapun hujatan orang di luar sana. Tapi aku lebih berpikir positifnya. Walaupun mereka menghujat, mereka melihat video itu dan membaca komentarnya paling nggak mereka mulai bersentuhan dengan yang tabu, awam, yang nggak dibicarakan di Indonesia misalkan. Jadi aku menangnya di situ," tambahnya.

8. Ragil Mahardika:

Gambar

Meski sudah antisipasi kalau kemunculannya akan menimbulkan banyak kontroversi, Ragil Mahardika tak menampik kalau dia sempat kaget dengan banyaknya komentar haters. Beruntung, ia tak pernah menanggapi terlalu serius dan justru membalasnya dengan lelucon.

"Kalau dibilang stress sih nggak ya. Tapi lebih kepada waw kok banyak banget kayak ngerasa ih serius nih sebanyak itu (hujatan). Tapi memang karena awalnya aku sudah tahu resikonya bermedia sosial seperti apa jadi aku malah menganggap itu lucu," ungkap Ragil santai.

"Karena aku berpikir orang-orang yang menghujat ini orang-orang yang nggak tahu seperti apa kehidupanku. Kan orang hanya melihat dari luarnya aja. Orang-orang kadang salah berpikir kita yang gay ini adalah kita yang tiba-tiba langsung suka sama cowok, nggak. Ada banyak proses di belakang itu dan itu yang selalu aku beri tahu di video-video mulai dari YouTube juga atau di Tik Tok sekarang. Jadi haters itu kan lama-lama bisa jadi fans yang tertunda juga kalau kita selalu memberikan informasi yang sebenarnya juga mereka ingin tahu," lanjutnya.

9. Awalnya Dihujat Lama-Lama Terbiasa

Gambar

Diserang haters kiri dan kanan nyatanya tak lantas membuat seorang Ragil Mahardika runtuh. Suguhan konten yang kurang biasa di Indonesia, membuat Ragil maklum kenapa netizen melontarkan banyak kalimat negatif untuknya.

"Jadi kayak misalkan teman-teman kita yang transgender. Di awal-awal juga dihujat kan tapi makin hari transgender makin dipuja-puja kan istilahnya. Kita nggak usah sebut nama ya siapa mereka tapi makin sering wara-wiri di TV segala macam karena itu tadi, karena orang-orang makin terbiasa dengan dunia itu. Karena semakin disuguhkan dengan kelucuan mereka, tingkah laku mereka, kehidupan mereka orang-orang terbiasa," jelas Ragil.

"Aku harap nanti semakin banyak orang yang berani speak up, berani terbuka, berani menunjukkan kebiasaan itu dan orang-orang semakin hari semakin terbiasa aja. Bukan berarti harus menerima gitu paling nggak ya sudah menghargai pilihan orang hidupnya seperti apa," tegasnya.

Ragil juga menuturkan kalau kini haters yang menghujat dirinya sudah mulai berkurang berkat konten selain LGBT yang disuguhkan di media sosial. Tak sedikit juga menurutnya yang mengagumi bakatnya dalam memasak bahkan sampai berkebun.

10. Pandangan Ragil Mahardika Soal LGBT di Indonesia

Gambar

Dibesarkan oleh adat ketimuran yang kental ternyata sempat membuat Ragil Mahardika merasa kesulitan ketika harus mengaku ke keluarganya. Terlebih, ia sempat didepak dan dicoret dari Kartu Keluarga lantaran memutuskan untuk menikah dengan seorang pria yang kini menjadi suaminya.

Menurut Ragil, ada cara pandang berbeda soal LGBT dari kacamata orang Indonesia dan Jerman. Menurutnya, salah satu sebabnya adalah bagaimana dukungan keluarga terhadap sosok yang hendak mengakui bahwa dirinya berbeda.

"Kalau kita di keluarga yang cukup bisa, paling nggak menerima atau menghargai anaknya tentu prosesnya lebih cepat. Misalnya anak yang di masa puber di Indonesia dan anak di usia puber di Jerman misalnya tentu proses penerimaan dirinya yang di Jerman akan lebih cepat karena kan lingkungan mendukung itu. Lingkungan sadar bahwa ada dunia LGBT dan lingkungan memberikan support system yang bagus untuk si anak, terserah orientasimu seperti apa yang penting jadi anak yang baik sekolah yang baik," tuturnya.

"Kalau di Indonesia kan jauh lebih sulit proses penerimaan dirinya karena lingkungannya sendiri pun tidak ada support system, lingkungan keluarga apalagi padahal kan lingkungan keluarga yang sangat penting dalam proses pendewasaan seorang anak. Makanya jangan heran kalau anak-anak dari dunia LGBT lebih suka keluar mencari jalan di luar sana karena lingkungannya nggak mensupport dia lagi. Dan aku ada di keluarga yang lingkungan sistemnya seperti itu. Makanya proses coming in aku juga cukup sangat panjang sampai akhirnya bisa jadi sekarang," tutup Ragil Mahardika.

11. Chika Kinsky dan Yumi Kwandy, Pasangan Lesbian Viral di Media Sosial

Gambar

Nama Chika Kinsky dan Yumi Kwandy mendadak viral di media sosial karena terang-terangan mengaku sebagai pasangan lesbian. Chika sendiri dulunya dikenal sebagai mantan kekasih aktor ternama Adipati Dolken. Ia pernah menikah dengan seorang pria dan dikaruniai anak yang kini berusia 5 tahun. Namun, pernikahan mereka kandas di tahun 2018 usai DJ cantik itu melayangkan gugatan cerai.

Lain halnya dengan Chika, Yumi Kwandy berprofesi sebagai seorang model. Namanya melejit usai mengikuti kompetisi Indonesia's Next Top Model dan berhasil masuk hingga lima besar. Berbeda dari Chika, Yumi sendiri sudah mengakui secara blak-blakan kalau dirinya seorang lesbian dan tidak pernah berpacaran atau menikah dengan seorang pria.

Chika Kinsky dan Yumi Kwandy viral di media sosial setelah blak-blakan membuka kisah asmara mereka. Dilansir dari akun Instagram masing-masing, Chika memiliki 157 ribu pengikut sedangkan Yumi, 127 ribu followers.

Kisah asmara Chika Kinsky dan Yumi Kwandy viral usai mereka kerap habiskan waktu berdua dan mengunggah momen mesra di media sosial Instagram. Uniknya, bukan mendapat cibiran, keduanya justru menuai banyak respon positif di media sosial Instagram.

12. Kaget Didukung Para Fans

Gambar

Sama halnya dengan Ragil Mahardika, Chika Kinsky dan Yumi Kwandy pernah muncul di podcast Deddy Corbuzier. Sebelum podcast tersebut tayang, pasangan yang tengah dimabuk cinta itu mengaku sudah siap menerima cibiran dan hujatan dari netizen Tanah Air.

Namun yang terjadi justru sebaliknya, Chika Kinsky dan Yumi Kwandy justru lebih banyak mendapat dukungan daripada cibiran. Tentu saja, hal tersebut membuat mereka kaget.

"Aku sih kaget ya. Karena aku pertama kali 'Mampus nih gue, gue pasti dihujat'. Jujur ya di Indonesia ya, enggak ada yang tahu, terus tiba-tiba oh my God akhirnya ada yang come out," ujar Chika Kinsky, ketika diwawancara secara eksklusif oleh KapanLagi.com.

13. Muncul Fanbase Chika dan Yumi

Gambar

Menariknya lagi, setelah podcast tersebut tayang, Chika dan Yumi justru mendapat dukungan dari fans berupa akun fanbase. Tak berhenti sampai di situ, keduanya juga kerap memperoleh kiriman berupa barang dan makanan dari para fans.

"Banyak banget. Bucin Yumsky. Di YouTube pun mereka aktif kayak gosip-gosip kita lah apalah segala macem," ujar Chika.

"Mereka garda depan katanya gitu. Kita bucin mereka bucin," sahut Yumi menimpali.

"Akhirnya banyak yang buat fanbase segala macem, kaget banget. Terus kayak banyak yang mengirimi kita barang. Kita kan belum jadi artis ya, jadi kita sangat kaget sama orang-orang hampir tiap hari kirimin makanan, barang segala macam, kaget sih," ungkap Chika lagi.

14. Pasangan Lesbian Lebih Diterima? Bagaimana Menurut Chika dan Yumi?

Gambar

Respon berbeda didapat oleh Chika Kinsky dan Yumi Kwandy ketika muncul di podcast Deddy Corbuzier. Tidak seperti Ragil Mahardika dan suaminya, keduanya justru mendapat banyak dukungan dari netizen. Lantas, bagaimana menurut mereka soal hal ini?

"Nggak tahu juga sebenarnya. itu tergantung orang-orang deh. Misalnya elo suka coklat atau strawberry gitu, karena bagaimanapun kita itu di mata beberapa orang somehow adalah persimpangan. Cuma dari mereka aja masing-masing. Ada juga yang kayak gue lebih geli sama cewek, ada juga yang lebih geli sama cowok," papar Yumi Kwandy.

"Cuma menurut gue jujur ini kalau cowok-cowok misalnya lagi nonton BF (Blue Film) pasti lihat ke ceweknya. Sedangkan cewek-cewek itu bisa lihat cewek juga. Jarang banget cowok itu di-shot di dalam video itu lah. Ya udah secara nggak langsung semua orang terbiasa ngeliat cewek tapi nggak terbiasa ngeliat cowok," jelasnya.

15. Reaksi Keluarga dan Teman Terdekat

Gambar

Keputusan Chika Kinsky dan Yumi Kwandy untuk go public tentu menimbulkan berbagai macam reaksi dari publik. Jika para fans justru mendukung, lantas bagaimana dengan orang terdekat mereka?

"Kalo temen sih nggak ada (yang menghujat), karena temen temen aku biasanya, sahabat sahabat aku ya, udah tau semua kalo aku by sexsual. Kayaknya Yumi juga deh, apalagi Yumi come out duluan. Oke-oke aja. Kalo masalah keluarga ya begitulah," ujar Chika Kinsky.

Sependapat dengan Chika, Yumi sendiri juga tidak terlalu ambil pusing dengan respon orang terdekatnya. Terlebih, ia secara blak-blakan sudah mengaku ke keluarga dan secara garis besar, respon yang diterima pun positif.

16. Membuat Podcast Soal LGBT

Gambar

Sebelum nama mereka melejit, Chika Kinsky dan Yumi Kwandy kerap mengunggah konten kemesraan, baik itu di Instagram maupun channel Youtube mereka, Yumski's Diary. Setelah mendapat banyak respon positif, pada akhirnya, keduanya memutuskan untuk membuat podcast di salah satu platform yang mengangkat 40 persen temanya soal LGBT.

"LGBT itu kan lumayan banyak ya dari berbagai grup lah, nah kita pengen ngangkat LGBT yang actually punya prestasi dan nggak cuma ngejual LGBT-nya doang. Karena sejauh ini orang ketika dia bilang, gue salah satu LGBT terserah yang mana itu, pasti bawaannya langsung negatif. Jadi kita pengen coba buat kayak menunjukkan sisi positifnya dari LGBT yang kayak tetap gue kerja, gue berprestasi, gue punya ini itu," ujar Yumi menjelaskan.

Sependapat dengan sang kekasih, Chika juga mengungkap kalau podcast yang tengah digodok dengan Yumi ini tak melulu mengangkat soal LGBT. Keduanya tetap bakal mengundang beberapa tamu yang dinilai viral dan berprestasi.

"Kayak misalkan Fuji lagi naik kita mau undang, kayak gitu sih. Tapi nggak terlalu banyak LGBT-nya. Tapi LGBT-nya itu nanti kita bakal edukasi bukannya buat untuk menarik orang gitu, bukan. Cuma, kayak ini lho LGBT enggak segininya lho, enggak negatif banget lho. Sisi positifnya kita ambil," papar Chika.

17. Mengangkat Sisi Positif

Gambar

Chika dan Yumi memaparkan kalau podcast yang tengah mereka buat ini bukan untuk menarik orang untuk menjadi bagian dari kaum LGBT. Sebaliknya, mereka justru ingin mengubah cara pandang orang soal LGBT yang selama ini kerap dinilai negatif.

"Bukan harus menurut kita sukses itu tajir melintir atau sampai kayak gitu nggak. Kayak ada orang yang mengedukasi dengan cara berpikirnya, ada orang yang mengedukasi dengan cara mereka termotivasi, sampai kayak gitu," jelas Yumi.

"Jadi di situ yang penting orangnya positif, dia membawa dirinya juga positif itu menurut kita story yang harus kita angkat. Karena nggak semua LGBT yang positif masuk ke entertainment kan. Nah kita pengen platform kita sharing aja lebih banyak tentang orang orang berprestasi, baik itu LGBT. Sekarang LGBTQ punya platform," tutupnya.

18. Kisah Una Dembler, Transpuan Yang Sudah Menemukan Jati Dirinya

Gambar

Nama selebgram Una Dembler sempat jadi perbincangan panas kala dirinya dikaitkan dengan hubungan Rachel Vennya dan Salim Nauderer. Kala itu, Salim disebut-sebut pernah menjalin cinta dengan Una Dembler.

Lahir dengan nama Arjuna Dembler, wanita cantik ini sekarang memutuskan untuk menjadi seorang transpuan. Mulanya, muncul rasa tidak setuju di pihak keluarga, terutama sang ibunda. Namun perlahan, Una mulai mendapat banyak dukungan dari orang terdekat.

"Papa emang pikirannya udah terbuka karena dia pernah kerja di luar negeri. Dan dia ngerasa dari kecil aku emang anak cewek karena dulu pas di kandungan emang pengen punya anak cewek. Begitu ngomong ke papa, dia setuju karena itu pilihan hidup aku. Lalu disuruh ngomong ke mama. Pas ngomong ke mama dia nggak bisa nerima karena dia kaget apa nanti kata keluarga. Akhirnya aku dibantu papa aku. Lama kelamaan dia setuju. Setelah itu aku izin keluar rumah dan tinggal sendiri," ujar Una Dembler, ketika ditemui oleh tim KapanLagi.com.

19. Tak Mau Ganti Kelamin

Gambar

Sebagai seorang transpuan, Una Dembler mengusahakan segala cara untuk mencari jati diri sesungguhnya. Mulanya, ia hanya minum obat hormon namun kini, Una sudah melakukan operasi payudara.

Meski begitu, ada niat dan prinsip yang dipegang teguh oleh Una Dembler hingga sekarang. Ia mengaku tak mau mengganti atau melakukan operasi kelamin sampai kapanpun. Apa alasannya?

"Karena aku emang udah komitmen sama orangtua untuk nggak operasi bawah (penis). Karena kita kan nggak ada yang tahu ya nanti ada hidayah dan segala macam. Aku belum kepikir soal perubahan itu, tapi aku nyaman seperti ini," jelasnya.

"Aku nggak akan operasi bawah sampai kapanpun, itu prinsip hidup aku. Janji aku sama mama papa dan cowok yang nerima aku. Karena aku ingin jadi perempuan tapi tidak ingin mengubah. Penampilan perempuan, kelamin laki-laki, KTP juga laki-laki," lanjutnya.

Seperti yang sudah diketahui, beberapa transgender fenomenal di Indonesia blak-blakan mengakui telah melakukan operasi kelamin. Lucinta Luna dan mendiang Dorce Gamalama adalah beberapa di antaranya, sedangkan yang memutuskan untuk tidak melakukan operasi kelamin selain Una adalah Millendaru dan Denna Rahman.

20. Sering Dikira Sebagai Perempuan

Gambar

Memiliki paras cantik, pesona yang meneduhkan membuat tak sedikit orang yang mengira kalau Una Dembler adalah seorang wanita tulen. Hal itu nyatanya tak membuat Una merasa kaget. Ia justru kerap blak-blakan mengaku sebagai transpuan jika berkenalan dengan seorang laki-laki.

"Pada kaget, perempuan apa bukan. Aku bilang kalau transpuan. Aku selalu mengaku semisal berkenalan dengan cowok. Jadi aku kasih tahu, ada yang 'Oh really, aku nggak nyadar'. Tapi ada penolakan juga, namanya juga hidup," ungkapnya.

Tak berhenti sampai di situ, Una ternyata juga memiliki keinginan untuk menikah dengan seorang laki-laki suatu hari nanti. Namun tentu saja, pernikahan tersebut tak akan ia lakukan di Indonesia.

"Aku pengen nikah sama laki-laki, nggak tahu kapan, tapi di luar pastinya. Aku udah punya impian, udah ngerancang itu, doain aja bisa terwujud," lanjut Una.

21. Tanggapan Una Dembler Soal Haters

Gambar

Secara blak-blakan terbuka ke publik membuat Una Dembler sadar apa yang ia lakukan akan menimbulkan pro dan kontra. Meski mendapat dukungan dari keluarga, bagaimana ia menanggapi para haters dan komentar negatif yang mampir di media sosialnya?

"Aku menanggapinya ya sudah, itu orang kan nggak mengerti. Aku fokus sama kata orangtua aku untuk berbuat baik. Intinya aku tetap manusia," tegas Una.

"Kalau menurut aku bukan penyakit. Ini menurut aku ya, tapi semua boleh punya opini masing-masing. Aku merasa seperti ini (perempuan) dari kecil, dari SD sudah merasa perempuan. Aku menganggapnya ini jujur pada diri sendiri. Justru yang nggak enak itu kita berbohong dan tidak menjadi diri sendiri. Tapi kalau opini orang berbeda ya itu hak mereka," tutupnya.

22. Tata Liem, Dulu Tampil Feminin Sekarang Justru Menyesal

Gambar

Seorang artis akan kesulitan untuk dapat job di dunia hiburan tanpa bantuan atau keterlibatan dari manajemen atau manajer artis-nya. Dia adalah Tata Liem, seseorang yang diketahui pernah mengorbitkan nama-nama seperti Bella Sophie hingga Ozy Syahputra. Bahkan hingga saat ini, Tata masih terus berusaha mengorbitkan artis-artis berbakat lewat manajemen-nya.

Nah meski sebenarnya berstatus sebagai manajer artis yang notabene banyak menghabiskan waktu di belakang panggung atau layar, Tata nyatanya juga tak jarang disorot. Salah satu alasannya adalah karena penampilannya yang berbeda. Secara terbuka, Tata kerap berdandan cantik layaknya wanita di berbagai acara publik.

Sekitar pertengahan 2017 silam, Tata membuat sebuah keputusan besar dalam hidupnya. Pria berusia 43 tahun itu memilih untuk membuang sisi feminine-nya dan jadi laki-laki normal. Bahkan di salah satu acara, Tata sempat berikrar pada Deddy Corbuzier jika dirinya tak akan pernah kembali jadi wanita lagi.

"Saya bilang itu dulu karena ego, mungkin usianya kalau saya dulu masih muda masih pede, berani. Saya juga bisa jadi dewasa karena umur, saya tau mana yang baik mana yang benar, lebih baik kejadian dulu itu satu kesalahan yang cukup menyesali," tutur Tata Liem, saat ditemui di temui di Kopi Brug, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (29/3).

23. Pendapat Tata Liem Soal Fenomena LGBT

Gambar

Maraknya publik figur yang terang-terangan memberi dukungan atau mengaku sebagai LGBT tentu menuai beragam pro dan kontra dari netizen. Pria yang lahir dengan nama Tatalim Nasution ini, adalah salah satu yang sangat menyayangkan hal itu.

Pernah mengalami gosip berpacaran dengan sesama jenis, Tata Liem mengaku malu dan sempat terpuruk pada masanya. Menurutnya, hal itu berbeda sekali dengan fenomena sosial media di era saat ini.

"Sangat disayangkan banget zaman sekarang kalau makin liar makin vulgar, karena bagaimanapun negara kita Indonesia, bukan Thailand. Kita bukan negara Asia lainnya yang memang masih berani seperti itu terang-terangan, tapi saya pikir kalau bisa di-rem lah, jangan terlalu seperti itu, jangan ditunjukkan," ungkapnya.

24. Tata Liem: Apapun Yang Dilarang Agama, Kita Tidak Boleh Komplain

Gambar

Kembali ke topik utama, Tata Liem juga menyambungkan fenomena LGBT dengan agama. Menurut pendapat pribadinya, apapun yang tidak dibenarkan di agama seharusnya tidak boleh dilanggar lagi oleh masyarakat.

"LGBT itu memang ada, dari zaman Sodom and Gomorrah juga sudah ada. Zaman Nabi Luth sudah ada. Apapun yang sudah dilarang agama kita nggak boleh komplain dan kita nggak usah membenarkan karena itu tidak dibenarkan. Saya bukan tidak mendukung, itu sah-sah saja soalnya individual kan, tapi setidaknya masyarakat kita atau entertaiment kita harus belajar dari sejarah," tegasnya.

"Nggak perlu di-up atau di-publish kalau memang seperti itu ya sudah buat diri kita, punya malu lah. Saya juga bukan munafik, saya aja semakin umur semakin tua semakin malu. Semoga anak-anak generasi ke depan gak vulgar, ngeri sih sebenarnya kalau terlalu di-publish yang memang untuk ini, belajar sejarah lah," tandasnya.

Bagaimana menurut KLovers soal fenomena dan pro kontra LGBT di Indonesia? Apa menurut kalian yang membedakan bagaimana reaksi netizen soal keterbukaan Chika dan Yumi serta Ragil Mahardika? Jangan lupa tulis di kolom komentar dan baca artikel lainnya di bawah ini.

Reporter:   Adi Abbas Nugroho