Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Profil dari Hermanto Dardak, Ayah Emil Dardak yang Meninggal Dunia Karena Kecelakaan di Pekalongan

Sabtu, 20 Agustus 2022 11:43 WIB
Profil dari Hermanto Dardak, Ayah Emil Dardak yang Meninggal Dunia Karena Kecelakaan di Pekalongan
Istimewa

Kapanlagi.com - Kabar duka datang dari keluarga Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Sang ayah, Hermanto Dardak meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan yang terjadi di Pekalongan, Jawa Tengah.

Mertua dari Arumi Bachsin tersebut lahir di Trenggalek, Jawa Timur, pada 6 Januari 1957. Dirinya pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum Kabinet Indonesia Bersatu II mendampingi Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. Dianugerahi Penghargaan Tertinggi

Saat itu, dirinya dilantik pada 11 November 2011 dan mengakhiri masa jabatan pada 2014. Selama menjadi Wakil Menteri PU, nama Hermanto Dardak mampu mengukir prestasi.

International Road Federation (IRF) menganugerahi Hermanto Dardak dengan sebuah penghargaan tertinggi dan paling bergengsi yaitu IRF Professional of the Year 2014.

2. Aktif Sebagai Insinyur

Gambar

Sebelum menjadi Wakil Menteri PU, Hermanto Dardak menduduki kursi Kepala Biro Perencanaan Pekerjaan Umum, Kepala Pusat Kebijakan Pekerjaan Umum, Dirjen Penataan Ruang Pekerjaan Umum, serta Dirjen Bina Marga Pekerjaan Umum.

Usai tak menjabat sebagai wakil menteri, dirinya masih aktif sebagai insinyur. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono lalu melantiknya sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) beserta pengurus lainnya, di Auditorium PUPR, Selasa 16 Februari 2016 malam.

3. Kuliah di ITB

Selain itu, Hermanto Dardak terpilih menjadi anggota Dewan Penyantun Yayasan Alumni Undip (YAU) bersama eks Dirut BNI Sigit Pramono. Sejak di bangku pendidikan, dirinya memang sudah tertarik menjadi insinyur sipil. Dirinya pun memilih Institut Teknologi Bandung (ITB) ketika berkuliah.

Hermanto Dardak menyelesaikan pendidikannya sebagai insinyur sipil dari ITB pada 1980. Dirinya lalu melanjutkan pendidikan ke Universitas New South Wales pada 1985, serta menyelesaikan pendidikan S3 sebagai Doktor Transport Economy di Universitas New South Wales, Australia pada 1990. Dia menikah dengan Sri Widayanti, dan dikaruniai empat orang anak, yang salah satunya adalah Emil Dardak.