Program Talkshow Miliknya Laku, Awkarin Ikut Dapat Keuntungan Materi

Sanjaya Ferryanto | 18 Januari 2018, 14:35 WIB
Program Talkshow Miliknya Laku, Awkarin Ikut Dapat Keuntungan Materi

Kapanlagi.com - Sosok Karin Novilda atau yang biasa dikenal sebagai Awkarin membuat hal baru. Dirinya membuat konten #KTALK, yakni sebuah talkshow di mana Awkarin mengundang sekaligus mewawancarai orang-orang yang tengah viral atau menjadi bahan perbincangan netizen.

Ternyata konten tersebut mendapat respon yang cukup positif dari netizen. Ide ini tercetus karena tak dapat dipungkiri jika banyak orang suka dengan gosip.

"Iya sih (berdampak bagus). Karena ini terbaru juga ya untuk ngobrol kayak KTALK. Terbilang baru ide aku kayak gini. Orang-orang suka dan orang-orang nggak bisa dipungkiri suka gosip. Kayak orang-orang pengen tahu apa sih ini. Benar nggak sih. Orang-orang suka jadi positif dari kemarin komentarnya," ujarnya.

Awkarin © Kapanlagi/Nuzulur RakhmahAwkarin © Kapanlagi/Nuzulur Rakhmah

Karena banyak yang suka dengan video-video tersebut dan penontonnya cukup banyak, tentunya pundi-pundi uang untuk Awkarin bertambah. Awkarin pun mengaku tujuannya membuat video-video tersebut juga demi mendapat keuntungan materi. Selain itu, ia juga ingin membantu orang-orang yang memang sedang ada masalah bisa mengklarifikasi ke orang-orang kejadian yang sebenarnya.

"(Tujuan bikin KTALK) ya karena gue suka aja, satu bikin koneksi ke orang-orang, gue nggak pencitraan ya, gue nggak bohong, ya memang itu untuk duit karena memang di sini gue lihat peluangnya bagus untuk dari sisi marketingnya," ungkap Awkarin.

"Gue juga membantu untuk orang-orang ini yang sempat viral bla bla segala macam, mereka nggak punya media untuk ngomong kan, untuk klarifikasi. Oh gue sebenarnya nggak gini loh. Oh gue punya sisi sendiri yang diceritain. KTALK ini kayak buat mereka ini loh cerita dari gue. Karena viewers gue terbilang banyak, jadi ya bisa didengar sama orang. Kalau di bikin klarifikasi sendiri belum tentu semua orang bakal dengar," tutupnya.

(kpl/rhm/frs)

Reporter:  

Nuzulur Rakhmah