Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Punya Saham 20 Persen Aset Hotel, Tamara Bleszynski Menangis Tak Mendapatkan Haknya

Rabu, 22 Juni 2022 21:08 WIB
Punya Saham 20 Persen Aset Hotel, Tamara Bleszynski Menangis Tak Mendapatkan Haknya
Tamara Bleszynski tak pernah dilibatkan dalam pengelolaan hotel di Cipanas - Credit: Bayu Herdianto © KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Melalui kuasa hukumnya, Djohansyah, dari kantor pengacara Djohansyah & Partners, Tamara Bleszynski melaporkan tiga orang nama atas kasus dugaan penggelapan aset hotel yang bernama PT Hotel Bukit Indah Puncak.

Hotel itu merupakan warisan Tamara dari orangtuanya berupa saham sebesar 20 persen. Tetapi, selama 19 tahun berjalan ibunda Teuku Rassya ini mengaku tak mendapatkan haknya di hotel tersebut. Justru, Tamara mendapatkan surat utang hotel tersebut yang justru membuatnya bingung.

"Tanggal 6 Desember 2021 Tamara buat laporan polisi, melalui kuasa hukumnya atas tindak pidana penggelapan yang dilakukan pengurus perusahaan PT Hotel Bukit Indah Puncak," kata Djohansyah kuasa hukum Tamara di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2022).

"Dugaan tersebut setelah kami dalami teliti sebagai tim kuasa hukum 19 tahun Tamara tak pernah diundang , tidak pernah dilibatkan. Pada suatu hari datang pengurus hotel ke rumah Tamara di Bali untuk menandatangani surat pinjaman, surat utang," tambah Djohansyah.

1. Merasa Ada yang Salah

Gambar

Tentu saja, ada surat utang itu membuat Tamara merasa bingung. Apalagi, selama 19 tahun itu Tamara tidak pernah mendapatkan haknya dari di hotel tersebut.

"Tamara merasa ini ada yang salah, kenapa surat utang dengan jaminan sertifikat hotel yang nilainya berkali-kali lipat dengan pinjaman, berdasarkan dari situ Tamara membuat pemikiran untuk membentuk tim hukum," kata Djohansyah.

2. Tak Kuat Menahan Tangis

Gambar

Dari kasus ini, Tamara merasa sedih. Bahkan, saat menceritakan soal kasus tersebut ia sampai menangis. Pasalnya, Tamara tidak tahu harus berbuat apa sampai akhirnya melapor ke Polda Jawa Barat.

"Saya sebenernya ingin menyelesaikan masalah ini baik-baik tapi saya sudah tidak ada apalagi. Saya berusaha yang terbaik malah diginiin terus," kata Tamara.

Laporan Tamara Bleszynski tertuang dalam nomor laporan LP/B/954/XII/2021/SPKT/POLDA JABAR. Diketahui pasal yang tercantum dalam laporan tersebut ialah Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan penguasaan aset milik orang lain.