Puteri Indonesia 2009 Terjun ke Dunia Sepak Bola, Jadi 'Ibu' Untuk Atlet Muda

Guntur Merdekawan | Senin, 28 Oktober 2019 13:35 WIB
Puteri Indonesia 2009 Terjun ke Dunia Sepak Bola, Jadi 'Ibu' Untuk Atlet Muda

Kapanlagi.com - Qory Sandioriva merupakan sosok yang punya passion besar terhadap dunia olahraga. Wanita berusia 28 tahun ini sempat jadi atlet pelajar  basket dan juga pencak silat Indonesia, sebelum akhirnya harus berhenti karena banyaknya aktivitas sampai dengan mengikuti ajang Puteri Indonesia 2009. Keputusannya itu tak sia-sia, karena Qory lantas keluar sebagai juara umum nasional, sama seperti sewaktu Ia juara sebagai atlet pelajar nasional.

Meski tak lagi jadi atlet, namun kecintaan Qory terhadap olahraga tak lantas padam begitu saja. Kali ini, lulusan SMA Al-Azhar 1 Jakarta itu memilih untuk jadi salah satu pengurus di Bina Putra Football Academy, sebuah akademi sepak bola yang fokus pada pembinaan para atlet usia dini. Perlu dicatat jika lewat akademi ini, beberapa atlet top pernah lahir, seperti salah satunya Egy Maulana Vikri yang kini bermain di Liga Polandia, Gedunsk.

1 dari 3 halaman

1. Jadi Ibu Untuk Para Atlet Muda

Jadi Ibu Untuk Para Atlet Muda Qory Sandioriva © KapanLagi/Akrom Sukarya
Tugas utama Qory adalah sebagai motivator yang terfokus terhadap Character Building setiap individu dan tim, sekaligus 'ibu' dari anak-anak di Bina Putra FA. Dan saat ini, Ia bersama tim sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Soeratin Cup 2019 di stadion Wiradadaha Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Mereka kan backgroundnya nggak semuanya dari anak-anak mampu, jadi itu yang saya care sama mereka. Lalu ada bakat-bakat dari mereka yang kenapa tidak kita tampung. Dari situ sih saya melihat perjuangan mereka, dengan tingkat kompetisi yang tinggi di indonesia, itu yang saya dedikasikan untuk mereka. Ya. mengurus manajemen sederhananya," ungkap Qory saat menemani Bina Putra FA latihan di Lapangan Lotus, Pamulang belum lama ini.
2 dari 3 halaman

2. Ingin Bawa Anak-Anak ke Level Internasional

Meski dulunya atlet basket dan pencak silat, namun Qory melihat ada banyak hal yang bisa dipelajari dari sepak bola, seperti salah satunya mengenai teamwork atau kerjasama tim serta mental sportifitas. Selain itu, Qory juga sangat tertarik untuk mengamati perkembangan karakter dan psikologis anak-anak Bina Putra FA tiap tahunnya.

"Di sini perkembangan karakter tiap tahun bisa saya lihat, apalagi kalau mereka bisa achieve sesuatu. Kalau di Bina Putra kan kita sudah melahirkan Egy Maulana Vikri, semoga anak-anak juga bisa termotivasi sama senior-seniornya yang sudah berhasil. Terus di sini juga ada yang seumuran mereka yang go Internasional. Kita juga setiap tahun selalu mengadakan try out (uji coba) ke manca negara seperti Singapura sampai dengan ke Spanyol," sambungnya.
3 dari 3 halaman

3. Qory Sandioriva Optimis Anak-Anaknya Bisa Juara

Qory Sandioriva Optimis Anak-Anaknya Bisa Juara Qory Sandioriva © KapanLagi/Akrom Sukarya
Waktu persiapan Bina Putra FA untuk mengikuti ajang Soeratin Cup bisa dibilang singkat. Meskipun begitu, Qory optimis jika anak-anak didiknya bisa bicara banyak pada kompetisi ini. Salah satu fokus utamanya adalah untuk menempa mental dari para pemain Bina Putra FA.

"Yang saya selalu banyak kontrol ke mereka agar selalu jaga emosi sih. Saat menghadapi musuh dengan karakter berbeda, mereka bisa siap mental dan tidak drop menghadapi lawan. Kalau saya menang kalah itu sama aja. Saya selalu menanamkan berprestasi lah semuda mungkin, jangan sia-siakan waktu. Saya berharap minimal mereka dapat poin dan yang terpenting bisa menikmati proses dalam berkompetisi. Inginnya menang, tapi kalau saya push mereka, mungkin akan terbebani. Tapi saya optimis mereka akan masuk final," jelas wanita kelahiran 17 Agustus 1991 itu optimis.

Rasa percaya diri Qory bukannya tanpa dasar. Bina Putra FC saat ini dilatih oleh seorang pelatih dengan sertifikat nasional, Yono Rusadi. Bahkan Hans Pieter yang merupakan mantan asisten pelatih Alfred Riedl (pelatih Timnas Senior) juga pernah terlibat sebagai Pembina di akademi yang Qory Sandioriva Bina sebelumnya yaitu Metrociti FA.

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑