Puteri Indonesia Lingkungan 2019 Punguti Sampah di Sungai Pesanggrahan

Guntur Merdekawan | Rabu, 14 Agustus 2019 07:35 WIB
Puteri Indonesia Lingkungan 2019 Punguti Sampah di Sungai Pesanggrahan

Kapanlagi.com - Bahaya sampah plastik saat ini sedang jadi sorotan mata seluruh dunia. Berbagai gerakan untuk meminimalisir penggunaan plastik pun mulai bermunculan. Puteri Indonesia Lingkungan 2019, Jolene Marie Rotinsulu pun ikut menunjukkan kepeduliannya dengan melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang sungai Pesanggrahan, Limo, Depok, Jawa Barat pada Hari Selasa (13/8) kemarin.

Ditemani oleh komunitas Bocah Kali Pesanggrahan (bokap), Jolene tak gengsi untuk memunguti sampah di sepanjang sungai sambil menaiki perahu karet. Sungai Pesanggrahan memang dapat sorotan spesial dari Jolene karena disebutnya sangat kotor dan penuh sampah. Karenanya, Ia berinisiatif untuk terjun langsung agar warga sekitar juga terinspirasi untuk turut menjaga kebersihan sungai tersebut.

"Di sepanjang sungai Pesanggrahan, saya banyak menemui sampah limbah rumah tangga, mulai dari sampah kantong pelastik, streoform, bekas botol minuman. Bahkan saat kami berjalan lewat perahu karet, kepala saya terkena sampah pelastik yang menempel di batang pohon yang menjulur ke sungai," ungkap Jolene prihatin.

 

1 dari 3 halaman

1. Bisa Jadi Spot Wisata

Bisa Jadi Spot Wisata Jolene Marie Rotinsulu © KapanLagi/Fikri Alfi Rosyadi
Menurut Jolene, Jika saja Sungai Pesanggrahan bersih, maka spot itu bisa jadi destinasi wisata yang dapat dinikmati pengunjung, baik lokal maupun mancanegara. Tentunya hal itu juga bisa jadi pemasukan khas pemerintah setempat.

"Sayang banget padahal air sungai Pesanggrahan masih cukup bersih, kalau saja masyarakat, mulai dari anak-anak remaja, usia dewasa dan orangtua nggak membuang sampah sembarangan, wah, bagus banget. Anak-anak masih banyak yang mandi di kali Pesanggrahan lho!" terang Jolene.

2 dari 3 halaman

2. Buat Dompet dari Bekas Kantong Plastik

Buat Dompet dari Bekas Kantong Plastik Jolene Marie Rotinsulu © KapanLagi/Fikri Alfi Rosyadi
Di hari yang sama, Jolene juga mendatangi Komunitas Penggiat Lingkungan Limo, sebuah komunitas yang memberdayakan bekas sampah untuk diolah jadi tas, dompet, tikar dan lainnya. Pada kesempatan itu, Jolene juga mendaur ulang sampah plastik menjadi beragam benda yang memiliki nilai ekonomis, mulai dari kantong plastik yang dibuat menjadi dompet, Kertas koran dibuat menjadi nampan, tempat pas bunga, plastik bekas botol dibuat menjadi tempat menaruh tempat minum gelas kecil dan masih banyak lainnya.

"Menarik banget. Saya langsung membuat dompet dari bekas kantong plastik. Keren-keren. Benda-benda yang dibuat memiliki nilai ekonomis. Saya bersyukur banget, ternyata ada orang-orang yang memperhatikan dan memanfaatkan sampah dan mendaur ulang menjadi benda yang punya nilai ekonomi," sambung Jolene.

3 dari 3 halaman

3. Terus Kampanyekan Anti-Plastik

Tak cuma berhenti sampai sini saja, Jolene juga bakal terus mengkampanyekan dan mengedukasi masyarakat agar dapat menggantikan penggunaan plastik dengan kantong ramah lingkungan. Ia juga berharap agar pemerintah juga mengeluarkan peraturan khusus terkait hal ini untuk membantu meminimalisir penggunaan plastik.

"Saya akan terus mengkampanyekan dan mengedukasi masyarakat agar dapat menggantikan penggunaan plastik sekali pakai, meminta kepada pemerintah agar menageluarkan peraturan kepada pelaku industri agar dapat meminimalisir penggunaan plastik, kebijakan kepada pelaku usaha untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai. Serta edukasi kepada kaum milenial untuk bergaya hidup yang ramah lingkungan," tutup joline.

(kpl/far/gtr)


Reporter:  

Fikri Alfi Rosyadi

↑