Ramai Praktik 'Kartel Kremasi' Jenazah Covid-19, Hotman Paris Nilai Itu Sangat Tidak Manusiawi

Tantri Dwi Rahmawati   | Kamis, 05 Agustus 2021 16:20 WIB
Ramai Praktik 'Kartel Kremasi' Jenazah Covid-19, Hotman Paris Nilai Itu Sangat Tidak Manusiawi
Hotman Paris © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Di tengah suasana duka akibat pandemi Covid-19, beredar kabar telah terjadi praktik kartel kremasi jenazah Covid-19. Beberapa waktu lalu heboh seorang warga Jakarta Barat menjadi korbannya.

Ibundanya meninggal dunia namun sempat sulit menguburkan jenazahnya karena biaya kremasi menggila dalam hitungan hari. Korban mengaku diperas Rp65 juta oleh sindikat kartel kremasi.

Seperti diketahui dugaan adanya kartel kremasi jenazah Covid-19 sempat diungkapkan oleh pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Mereka mencari keuntungan hingga Rp80 juta.

Hotman Paris menilai perilaku kartel tersebut sangat tidak manusiawi. Dia meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Tidak hanya itu, Hotman Paris juga meminta kepala daerah tak segan mencabut izin usaha para pelaku jika terbukti melakukan tindak pidana.

Selain itu, sosok Jusuf Hamka tengah ramai jadi pembicaraan. Pria yang akrab disapa Babah Alun ini turut berperan dalam memerangi percaloan kremasi untuk jenazah pasien Covid-19 di Jakarta. “Kalau kalian masih harga tinggi, kami akan kasih gratis,” ungkap Babah Alun kepada Hotman.

1. Pungut Harga Rendah

Jusuf yang merupakan Dewan Pembina Krematorium Cilincing memerintahkan krematorium tersebut untuk menerima jenazah pasien Covid-19 dan memungut harga rendah untuk jasa kremasi, yakni Rp7 juta.

Saksikan selengkapnya hanya di Hotman Paris Show malam ini (Kamis, 5 Agustus 2021) pukul 21.00 WIB dengan bersama Co-Host Melaney Ricardo hanya di iNews. Program ini juga dapat diikuti melalui aplikasi RCTI+ dan www.rctiplus.com.

Sementara itu, dilansir dari Liputan6.com, Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat terus mengusut dugaan adanya kenaikan harga biaya kremasi pada saat pandemi Covid-19. Kanit Kriminal Umum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat AKP Avrilendi menerangkan, 10 orang telah diperiksa sebagai saksi dugaan kartel kremasi.

"Sejauh ini sudah 10 orang yang kita ambil keterangan," kata dia saat dihubungi, Rabu (28/7/2021).

Avrilendi menerangkan, penyidik masih mempelajari bukti-bukti untuk menemukan perbuatan pidana yang dilanggar. Menurut dia, sejauh ini tidak ada yang merasa dirugikan terkait kenaikan harga kremasi termasuk dari Martin sendiri.

Editor:   Tantri Dwi Rahmawati