Reaksi Atalarik Syach Setelah Video Ngotot Salat Jumat di Tengah Pandemi Dicibir Netizen, Sebut Warga Munafik - Tutup Kolom Komentar

Selasa, 07 April 2020 16:04 WIB
Reaksi Atalarik Syach Setelah Video Ngotot Salat Jumat di Tengah Pandemi Dicibir Netizen, Sebut Warga Munafik - Tutup Kolom Komentar

Kapanlagi.com - Atalarik Syach dihujat oleh warganet karena bersikeras mencari Masjid yang menggelar ibadah salat Jumat di tengah pandemi virus corona. Dalam video singkat yang diunggah di akun Instagram pribadinya, pria yang akrab disapa Arik ini membagikan momen pencarian masjid untuk salat Jumat sambil membahas hukum jika tidak melakukan ibadah tersebut sebanyak 3 kali bersama seorang pria yang disebutnya sebagai ustaz Denny.

Atalarik Syach lantas membuat sebuah postingan untuk menanggapi kritikan pedas dari netizen terkait sikapnya tersebut. Dalam postingan tersebut, Arik memberikan penjelasan berdasarkan sudut pandangnya pribadi.

"Setahuku beribadah itu untuk siap menghadapi yang ada di depan kehidupan kita, keadaan di belakang cuma untuk diingat bukan disesali. Yakin pada Allah SWT Yang Maha Pengampun dan Penerima tobat," tulis Arik di kolom caption postingan-nya.

1 dari 2 halaman

1. Sebut Warga Munafik

Sebut Warga Munafik © Instagram.com/ariksyach
Dalam postingan tersebut, Arik menjelaskan fakta yang terjadi di lapangan yang membuatnya merasa aman untuk tetap melakukan ibadah salat Jumat di Masjid. Menurutnya, Masjid mampu membuat alat sterilisasi dan menyediakan alat pemeriksaan suhu tubuh dari saldo infak sedekah, jamaah pun melakukan shalat dengan menggunakan masker dan tidak melakukan salaman.

Karena alasan itulah, Arik menyindir warga di sekitar Masjid yang tidak menggelar salat Jumat. Ia bahkan mempertanyakan apakah para warga tersebut munafik karena tidak memperbolehkan orang-orang beribadah.

2 dari 2 halaman

2. Tutup Kolom Komentar

Setelah dihujani kritik pedas oleh netizen di kolom komentar, Arik sempat menutup fitur komentar untuk postingan Instagram-nya. Ia mengambil langkah tersebut dengan landasan sebuah Firman Allah yang berbunyi 'Lakum dinukum waliyadin' (untukmu agamamu dan untukku agamaku).

Kolom komentar Atalarik Syach kembali dibuka sehingga warganet bebas untuk mengekspresikan pendapat mereka lagi. Meski sudah berlalu beberapa hari dan video blusukan yang menuai kontroversi sudah hilang dari feed Atalarik Syach, masih ada netizen yang menyinggung aksi pria kelahiran 2 Juni 1973 tersebut di postingan-postingan terbarunya.

(kpl/rsp)