Reaksi Ibunda Deddy Corbuzier Saat Putranya Memilih Untuk Jadi Mualaf

Louvina Gita | Sabtu, 27 Juli 2019 22:35 WIB
Reaksi Ibunda Deddy Corbuzier Saat Putranya Memilih Untuk Jadi Mualaf

Kapanlagi.com - Deddy Corbuzier memutuskan untuk memeluk agama Islam belum lama ini. Keputusan yang diambil Deddy sempat menuai beragam komentar dari masyarakat. Banyak yang mendukung tapi tak sedikit yang mengira jika Deddy masuk Islam karena ingin menikah dengan sang kekasih Sabrina Chairunnisa.

Pro dan kontra tidak hanya datang dari publik, namun juga keluarga besar Deddy, termasuk ibundanya. Namun menurut penuturan Deddy dalam tayangan Hotman Paris Show yang diunggah 25 Juli lalu, Deddy menyebut bila ibunya memberikan respon baik pada keputusan putranya itu.

"Kalau ibu saya tidak terlalu masalah. Yang masalah mungkin keluarga besar," ujarnya.

 

 

1 dari 2 halaman

1. Penyebab Munculnya Masalah di Keluarga

Menurutnya, permasalahan muncul dari beberapa anggota keluarganya yang lain. "Jadi kayak tantenya saya, ibu saya punya tante, punya adik, punya kakak, punya saudara yang mana gue kenal juga enggak gitu ya, itu mungkin buat mereka jadi masalah," tuturnya.

"Tapi karena saya tidak tanya ke mereka dan mereka juga enggak berani ngomong ke saya, jadi akhirnya saya juga tidak dengar. Tapi saya tahu kalau itu akan jadi sebuah masalah. Yang jadi masalah adalah mungkin ada oknum-oknum tokoh agama yang membuat itu jadi masalah," imbuh Deddy.

2 dari 2 halaman

2. Sudah Bicarakan dengan Ibu

Sebelum mengambil langkah besar untuk memeluk Islam, Deddy sudah melakukan komunikasi dengan ibundanya. Hal itu dilakukannya tentu sebagai bentuk rasa hormatnya kepada sosok yang ia tuakan.

"I did talk to my mom karena yang saya tuakan di keluarga cuma ibu saya saat ini karena ayah saya sudah meninggal. Jadi saya cerita ke ibu saya," tegas Deddy.

Deddy Corbuzier resmi menjadi seorang mualaf sejak Jumat 21 Juni 2019 kemarin. Deddy dibimbing oleh Gus Miftah, sahabat sekaligus guru spiritualnya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat di Kota Jogjakarta kala itu.

(kpl/lou)


Editor:  

Louvina Gita

↑