Rieke Dyah Pitaloka, Kumpulkan Dana Bantuan di Mampang

Anton | 01 Juni 2006, 21:15 WIB
Kapanlagi.com - Pemerintahan Presiden SBY kembali dikritik soal penanganan korban gempa di Jogjakarta dan Jawa Tengah. Dan kritikan pedas itu kali ini bukan datang dari politikus, namun dari aktris yang terkenal dengan ke-'oon'-annya dalam komsit BAJAJ BAJURI, Rieke 'Oneng' Dyah Pitaloka, saat dia menggelar aksi penggalangan dana di bilangan Mampang, Jakarta Selatan.

"Pemerintah saat itu tidak punya persiapan sama sekali untuk penanggulangan korban bencana gempa di Jogjakarta dan Klaten. Padahal dulu mereka mengaku sudah bersiap-siap, ternyata setelah peritiwa terjadi, mereka sama sekali tidak siap untuk mengatasi korban gempa."

"Karena mereka awalnya hanya mengantisipasi gunung meletus, tapi ternyata yang datang gempa dan kesiapan penanganananya ternyata sama saja ," ujarnya Oneng, sembari mengitari kotak sumbangan kepada para pengguna jalan.

Namun, lanjut Oneng, apa mau dikata, nasi kadung menjadi bubur. Saat ini yang terpenting adalah pengawasan dalam penyaluran bantuan. Sembari tersenyum, Oneng mengutip bait syair Ebiet G. Ade, yang mengatakan 'Jangan sampai ada tangan yang tega berbuat nista di atas penderitaan para korban gempa'.

"Jangan sampai bantuan yang bersumber dari para donatur yang ikhlas, sampai sana hanya masuk ke perut-perut para koruptor. Makanya saya bersama jaringan LSM lainnya terus memantau jalannya bantuan tersebut, apakah ada kebocoran atau tidak. Dan sesuaikah bantuan yang mengalir itu dengan dengan kebutuhan para korban," lanjut Oneng.

Tak seperti beberapa artis yang langsung menjenguk daerah petaka, 'istri Bajuri' ini mengaku tak berniat ke Jogjakarta ataupun Klaten. Ia takut kehadirannya bukan meringankan penderitaan para korban, justru merepotkan mereka. Pasalnya, ia tak punya kemampuan untuk mengevakuasi para korban bencana.

"Lagi pula kan di sana sudah ada Presiden dan menteri-menterinya yang dipindahin dari Jakarta. Biarin saja mereka yang mengurusi. Mereka yang ngurusin aja belum beres, apalagi saya yang datang ke sana, malah membuat repot . Mendingan membantu dengan cara seperti ini, dengan memutar box kepada para pengguna jalan untuk mengetuk hati mereka agar peduli dengan sesama," katanya.

Aksi penggalangan dana ini dilakukan Oneng bersama Fanny Fadillah alias Ucup, sejak satu hari setelah gempa mengguncang bumi Mataram itu. Dalam aksinya, Oneng mengaku terharu sekali dengan keikhlasan para penyumbang.

Meski mereka bukan konglomerat, melainkan para kenek ataupun penumpang bus, tapi mereka mau menyisihkan uangnya untuk membantu korban gempa.

"Tapi tadi sempet juga ada kejadian rada tidak enak. Pas masuk bus Metromini, dari mulai supir, kenek sampai penumpangnya pada kaget, ngeliatin. Jadi bukannya nyumbang, malah cuma ngelihatin gue," katanya.

Meski mengundang kemacetan di sepanjang jalan Mampang Prapatan, namun setidaknya aksi Oneng ini terbilang cukup efektif. Tengok saja, selama dua jam dia memutar box sumbangan itu, sudah berhasil mengantongi uang sebesar Rp 350 ribu.

Rencananya, aksi penggalangan dana itu akan dilanjutkan sampai sore hari ini di tempat yang sama dan hasil sumbangan itu akan dikirimkan dalam bentuk 'fresh money'. (wwn/bun)

Editor:  

Anton