Rintis Usaha Bubur Goreng, Chacha Frederica Sediakan 4 Menu Istimewa

Luthfia Miranda Putri   | Selasa, 10 Maret 2020 13:26 WIB
Rintis Usaha Bubur Goreng, Chacha Frederica Sediakan 4 Menu Istimewa

Kapanlagi.com - Tak sedikit para artis yang memutuskan untuk terjun di dunia bisnis karena terbilang menguntungkan. Salah satunya ada Chacha Frederica dan sang suami, Dico Ganindito. Meski tengah hamil, tapi Chacha mengaku masih semangat untuk melakukan banyak aktivitas. Salah satunya mencoba bisnis bubur goreng.

"Aduh, bismillahirrahmanirrahim. Justru hamil besar ini harus banyak aktivitas. Tapi emang dokter wanti-wanti sih, jangan terlalu capek. Pokoknya nanti kalau ada apa apa langsung ke rumah sakit, akan dikontrol dokter. Tapi sejauh ini Alhamdulillah sehat, nggak ada masalah apa apa. Dan controller aku tuh ini (tunjuk suami). Mamah itu manajer pekerjaan, ini (suami) road manajer yang selalu ada sama aku terus di mana mana," ujar Chacha Frederica saat ditemui di pembukaan Chacha Bubur Goreng, di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (8/3).

"Terus di rumah juga control tidur aku, bangun aku, yang ngatur itu semua suami gitu. Jadi kayak semalem aja kita masih di sini. Abis soft opening, baru jam 7 udahan diajak pulang, jam 8 itu udah tidur, handphone sudah diambil. Jadi, nggak pegang handphone, nggak main sosial media, bales wa juga enggak, jadi harus tidur. Jadi emang enak si di badan, jadi controller-nya suami," tambahnya.

 

 

 

 

1 dari 2 halaman

1. Rencana Bisnis

Chacha dan suami mengaku kalau mereka sudah merencanakan bisnis ini dari pertengahan tahun lalu. Mereka mengaku melakukan riset selama 3 bulan.

"Sebenarnya ini rencananya sudah dari tahun lalu ya, pertengahan tahun lalu, karena kan prosesnya panjang untuk bisa sampai ke sini. Emang dari awal sih sebenarnya kita mau bikin jualan bubur gitu kan. Kenapa bubur, karena bubur itu adalah makanan yang simple, yang dimakan oleh berbagai macam kalangan masyarakat, dari berbagai background, dan bisa di makan pagi, siang, sore, malam," ucap artis kelahiran November ini.

"Kalau dulu identik makan bubur itu selalu pagi, tapi ternyata penjualan siang siang juga ada, sore juga ada, dan maksudnya itu stabil, enggak waktu tertentu aja. Artinya memang orang sekarang makan bubur itu waktunya jadi lebih panjang. Jadi makanannya yang memang bisa dimakan oleh semua orang," tambahnya.

2 dari 2 halaman

2. Alasan Bisnis Bubur Goreng

Chacha mengaku kalau bisnis ini merupakan pertama kalinya di Indonesia maupun dunia. Hal ini karena cara memasaknya yang berbeda dari bubur biasanya.

"Jadi kenapa namanya bubur goreng itu bukan strategi marketing, karena memang proses dibuatnya itu digoreng dan yang paling seru. Kita ada 4 menu, ada pelangi itu sebenarnya nama kerupuknya aka karena warna warni jadi pelangi. Terus ada bubur pangsit juga yang bisa dikasih pangsit, satunya original karena kadang orang suka makan polosan. Yang seru itu adalah yang salted egg  karena itu menantang banget. Bukan menantang buat kita, tapi yang masak haha. Karena kalau buat bikin salted egg itu kadang-kadang kalau kita salah sedikit, jadi hancur, bisa jadi kayak amis atau terlalu cair," ujar Dico.

(kpl/aal/lmp)

Reporter:  

Sahal Fadhli