Rio Reifan Dipindah dari RSKO ke Lapas, Istri Kecewa Berat

Guntur Merdekawan   | Rabu, 08 Januari 2020 16:45 WIB
Rio Reifan Dipindah dari RSKO ke Lapas, Istri Kecewa Berat

Kapanlagi.com - Pada Bulan September 2019 lalu, pesinetron Rio Reifan diwajibkan menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur terkait kasus narkoba yang menimpanya. Usut punya usut, keputusan itu tak bertahan lama, karena Rio lantas dipindahkan ke Lapas alias jadi tahanan.

Mendapati kabar itu, pihak Rio mengaku sangat terkejut dan kecewa. Namun mereka tak bisa berbuat banyak dan harus menuruti hukum yang berlaku. Kabar itu diungkapkan sendiri oleh Henny Mona, istri Rio belum lama ini.

"Mas Rio dipindahkan sudah lama mas. Di RSKO hanya 1 bulan. Tanggal 10 Oktober 2019 dipindahkan ke Lapas. Karena sudah P21 dan sudah jadi tahanan kejaksaan, bukan tahanan polda lagi. Saya tidak tahu alasannya kenapa, tidak tetap di RSKO dan dipindahkan ke lapas," ungkap Henny saat dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu (8/1).

1 dari 2 halaman

1. Pihak Rio Reifan Kecewa Berat

Pihak Rio Reifan Kecewa Berat Rio Reifan © KapanLag/Budy Santoso
Rio tentunya mendapatkan penanganan yang berbeda selama di RSKO dan di Lapas. Padahal Rio berharap dirinya bisa direhabilitasi agar bisa segera sembuh dari kecanduannya terhadap obat-obatan haram tersebut.

"Iyalah mas (kecewa), karena beda kan di RSKO dan di lapas. Kalau Di RSKO kan ada ahli dan penanganan medis dan ada edukasi buat pemakai. Sedangkan di lapas kan lingkungannya berbeda dan bergaul dengan lingkungan dengan masalah yang berbeda, seperti pembunuh, pencuri, bandar, korupsi," sambungnya.

"(Kecewa) Banget mas. Mas Rio itu pemakai mas dan nggak ada barang bukti yang berbentuk shabu, hanya saja BB-nya itu kerak bekas pemakaian di pipet kaca sebesar 0.0129. Rio juga kecewa, sedih karena kan bener-bener mau sembuh. Menurut SEMA juga kan pecandu harus direhab," jelas Henny lebih jauh.

2 dari 2 halaman

2. Kritisi Hukum Indonesia Terkait Penyalahgunaan Narkoba

Kritisi Hukum Indonesia Terkait Penyalahgunaan Narkoba Rio Reifan © KapanLag/Budy Santoso
Henny juga mengomentari sistem hukum di Indonesia terkait penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, seorang pengguna narkoba seharusnya dibantu untuk menyembuhkan candunya ketimbang dihukum di dalam tahanan.

"Cobalah pemakai itu dirangkul dan dibantu buat sembuh, bukannya diberikan hukuman badan dan berikan kesempatan. Toh Mas Rio juga sudah menjalani masa hukuman dengan baik dan sudah menjadi WNI yang baik. Di luar negeri kan pecandu pasti direhab, tidak dihukum seperti hukum di indonesia," tuntasnya.

(kpl/aal/gtr)


Reporter:  

Sahal Fadhli

↑