Rugi Besar di Masa Pandemi Covid-19, Nikita Mirzani Pecat 80% Karyawan

Rabu, 15 April 2020 06:45 WIB
Rugi Besar di Masa Pandemi Covid-19, Nikita Mirzani Pecat 80% Karyawan

Kapanlagi.com - Pandemi Covid-19 tak bisa dipungkiri membawa dampak yang begitu negatif pada semua orang, terutama para pebisnis. Bahkan artis tajir sekelas Nikita Mirzani yang diketahui punya sederet bisnis juga kini tengah pusing tujuh keliling karena omzetnya merosot drastis.

Dengan berat hati, bintang film COMIC 8 itupun akhirnya harus melakukan pengurangan jumlah karyawannya. Tak tanggung-tanggung, total sekitar 80% dari 130an orang yang harus diberhentikan oleh Niki karena Covid-19 ini.

"Iya (pengurangan karyawan) karena kan nggak ada pemasukan, salon kan tutup udah tiga minggu. Tapi kan sebelum tutup gaji mereka sampe sekarang masih tetap berjalan. Jadi, Niki ngomong sama kak Fitri kayaknya kalau kayak gini terus kita bisa boncos gitu kan, gimana ya bagusnya. Ya udah akhirnya kita pilih memang orang-orang yang nggak bisa dipekerjakan lagi. Tapi yang bagus-bagus kita simpen sampai Covid ini reda dan salon itu buka lagi," ungkap Niki ketika ditemui di gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2020).

1 dari 2 halaman

1. Berat untuk Ngomong

Niki sebenarnya juga cukup berat untuk memberi pengertian pada para karyawannya terkait keputusan tersebut. Namun karena memang keadaan yang memaksa, ibu 3 anak itupun akhirnya memberanikan diri untuk blak-blakan.

"Susah banget. Kak Fitri aja nyerahin ke aku suruh ngomong. Makanya mumpung di sini kan pasti karyawan juga ada yang nonton kan, maksudnya berbesar hati lah gitu, ini bukan kemauan kita, tapi ini harus terjadi, karena kita juga harus menutupi yang harus dibayar gitu kan. Jadi ya terima aja deh, nanti kalo kita berjodoh kita kerjasama bareng lagi," sambungnya.

2 dari 2 halaman

2. Enggan Pakai Uang Tabungan untuk Gaji Karyawan

Enggan Pakai Uang Tabungan untuk Gaji Karyawan Nikita Mirzani / Credit: KapanLagi - Akrom Sukarya
Niki memang selama ini dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan. Namun Ia juga harus berpikir 2 kali jika harus mengeluarkan tabungannya sendiri untuk menggaji karyawannya yang tidak bekerja.

"Nggak bisa, keenakan dong. Orang gua juga nyari uang sendiri kan. Masa gua harus kasih uang gua untuk gaji mereka yang nggak kerja. Alemong kalo kayak gitu, nggak bisa lah. Soalnya kita udah buka home treatment ada beberapa karyawan yang nggak mau home treatment juga, takut gitu. Padahal ini kan udah ke rumah. Jadi ya kayaknya ini harus dipecat, kebetulan sih," tutup Niki.

(kpl/far/gtr)