Sandy Harun Terpanggil Untuk Kampanye AIDS

Erlin | 06 Desember 2006, 10:46 WIB
Kapanlagi.com - Artis dan model kondang, Sandy Harun, mengaku terpanggil untuk lebih peduli terhadap HIV/AIDS dengan menjadi penyuluh pada kampanye pencegahan HIV/AIDS agar penyebaran virus mematikan yang belum ada obatnya itu bisa dikendalikan.

"Saat ini saya sering menjadi penyuluh dalam kampanye pencegahan HIV/AIDS yang diadakan oleh berbagai instansi termasuk di salah satu forum keartisan yang saya ikuti," kata Sandy Harun di Jakarta, Rabu.

Kakak kandung dari peragawati terkenal Donna Harun, itu mengatakan, penyebaran HIV/AIDS sudah mengalami peningkatan di mana bila tidak segera dicegah akan sangat berbahaya terutama bagi generasi muda Indonesia.

"Penyebarannya sudah sudah meningkat terutama melalui jarum suntik yang dipakai secara bersamaan oleh para pencandu narkoba dan kehidupan seks bebas mulai menjadi fenomena di Indonesia," kata ibu dari Marimby itu.

Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), pada 2005 terdapat 3,2 juta pencandu penyalahgunaan Narkoba di Indonesia. Dan 80% di antaranya adalah remaja usia 12--24 tahun serta 48 persennya positif terinfeksi HIV.

Selain itu, terdapat 522.000 pencandu Narkoba yang menggunakan jarum suntik (Injecting Drug Users) yang berisiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS karena penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Kondisi memprihatinkan itulah yang terus mendorong Sandy Harun menjadi penyuluh dalam beberapa kegiatan kampanye penanggulangan, pencegahan serta penyebaran HIV/AIDS di Jakarta khususnya.

Ia mengatakan belum lama ini, Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat Komunitas Artis (FKPM) yang menjadi tempat berorganisasinya selama ini, bersama pihak Polres Jakarta Barat melakukan seminar tentang Narkoba.

Sandy mengungkapkan seminar itu dihadiri oleh sekitar 1.500 siswa yang berasal dari 200 SMP dan SMA di Jakarta Barat dan Puteri Indonesia 2005 dan 2006.

"Segala yang baik dan ada manfaatnya untuk orang lain pada prinsipnya saya pasti bersedia ikut, termasuk dalam kampanye pencegahan HIV/AIDS ini," katanya. (*/erl)

Editor:  

Erlin