Sandy Tumiwa Bebas, Pihak Annisa Bahar Tak Bisa Terima

Fitrah Ardiyanti | 26 Februari 2017, 11:15 WIB
Sandy Tumiwa Bebas, Pihak Annisa Bahar Tak Bisa Terima

Kapanlagi.com - Usai jalani 2/3 masa tahanannya, Sandy Tumiwa dibebaskan secara bersyarat pada Jumat (24/2) dari rutan Salemba. Sandy seharusnya hadir dalam konferensi pers yang sudah direncanakan, namun ia masih dalam perjalanan pulang ke Serang untuk menyelesaikan berkas-berkas bebas bersyaratnya itu.

"Sebelumnya saya mewakili Sandy Tumiwa bersama keluarganya. 
Seharusnya Sandy Tumiwa berada di sini saat ini. Setelah sampai di Serang, proses administrasi selesai seharusnya kita ke sini. Namun di tengah jalan, ibunda Sandy muntah-muntah, sehingga tidak bisa hadir di sini. Mungkin kelelahan di perjalanan," jelas Muhammad Ridwan (pengacara Sandy Tumiwa) ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Jum'at (24/2) malam.

Sang kuasa hukum akhirnya menjelaskan proses pembebasan Sandy yang menuai kontra di pihak yang melaporkannya. "Jadi perlu dijelaskan dulu bagaimana prosesnya hari ini. Tentunya dilalui dengan proses hukum. Sandy sudah melewati masa tahanan sekiranya setengahnya. Persyaratan bebas bersyarat itu bisa dilakukan kalau sudah setengahnya. Dan saat ini sudah disetujui, sehingga sekarang sudah bebas," ungkapnya.

Pihak Annisa tak terima kebebasan Sandy/ŠKapanLagi.comŽ/Bayu HerdiantoPihak Annisa tak terima kebebasan Sandy/ŠKapanLagi.comŽ/Bayu Herdianto

Sandy dijemput oleh ibunda tercintanya. Namun, sang istri, Diana Limbong tidak bisa ikut hadir. Mengapa? "Karena kesibukannya sebagai pengusaha. Nanti akan ada waktu khusus."

Atas kebebasannya ini, Sandy masih harus menjalani wajib lapor di Serang, kediaman orangtuanya. "Bicara pembebasan bersyarat, selama dia sudah melewati 2/3 masa hukum, sudah bisa diajukan. Karena memang ketentuan hukum, dia harus wajib lapor sebulan sekali hingga sembilan bulan ke depan," lanjutnya.

Lalu apa jawaban pihak Sandy soal Annisa Bahar yang tidak terima dengan kebebasan ini? "Saya pikir ini kan semua bagian dari proses hukum, setiap orang berhak menerima. Terima tidak terima ya tidak masalah," tandasnya bijak.

(kpl/pur/tch)

Reporter:  

Mathias Purwanto.