Santer Isu Transgender, Ternyata Begini Langkah Ubah Identitas di Catatan Sipil

Tyssa Madelina | 03 April 2018, 13:00 WIB
Santer Isu Transgender, Ternyata Begini Langkah Ubah Identitas di Catatan Sipil

Kapanlagi.com - Belakangan topik tentang transgender sedang ramai dibahas oleh netizen. Sejak kemunculan biduan dangdut Lucinta Luna yang diduga sudah mengubah jati dirinya menjadi wanita, lalu disusul dengan pengakuan blak-blakan dari Melly Bradley, isu tersebut seolah tak ada habisnya untuk diperbincangkan. Terkait hal tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil pun membenarkan tentang adanya proses perubahan gender di Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Kalau memang ada bukti, kita ubah. Itu bagian yang bisa berubah, kita mengikuti aturannya. Kalau memang berubah ya kita ikuti," ujar Zudan Arif Fakrulloh selaku Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, saat dihubungi kapanlagi.com lewat sambungan telepon, selasa (3/4).

Proses perubahan gender serta identitas nampaknya bukan lagi hal yang baru. Hal tersebut juga diakui oleh Zudan Arif Fakrulloh. Lebih lanjut, ia pun menyebutkan beberapa tahapan yang harus dilalui untuk mengubah jati diri di kartu identitas.

Lucinta Luna, biduan yang tengah jadi perbincangan hangat saat ini. © KapanLagi.com/Budy SantosoLucinta Luna, biduan yang tengah jadi perbincangan hangat saat ini. © KapanLagi.com/Budy Santoso

"Harus ada surat keterangan dokter, putusan dari pengadilan, semua ada tahapannya. Kalau berubah nama itu berdasarkan penetapan pengadilan. Kita hanya mengikuti saja," jelasnya lagi.

Lebih lanjut, Zudan juga menegaskan bahwa tugas dari dinas kependudukan adalah untuk mencatat setiap detil perubahan dari masyarakat. Beberapa di antaranya harus melalui proses pengadilan terlebih dahulu.

"Jadi begini, tugas dinas kependudukan adalah mencatat. Setiap peristiwa penduduk seperti kelahiran, pindah rumah, perkawinan, perceraian, kematian termasuk ganti kelamin semua harus dicatat. Tapi dengan syarat, harus ada penetapan terlebih dahulu dari pengadilan," pungkasnya.

(kpl/aal/tmd)

Reporter:  

Sahal Fadhli