Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Sebagai Guru Besar Perempuan Pertama dan Termuda Kebijakan Pajak, Iriana Joko Widodo - Maia Estianty Beri Apresiasi Prof. Dr. Dra. Haula Rosdiana, M.Si

Kamis, 23 Desember 2021 18:03 WIB
Sebagai Guru Besar Perempuan Pertama dan Termuda Kebijakan Pajak, Iriana Joko Widodo - Maia Estianty Beri Apresiasi Prof. Dr. Dra. Haula Rosdiana, M.Si
Haula Rosdiana Sebagai Guru Besar Perempuan Pertama dan Termuda Kebijakan Pajak (credit: Dokumentasi Pribadi)

Kapanlagi.com - Melihat sosok Haula Rosdiana tak salah lagi jika perempuan yang lahir di Bogor, 5 Januari 1971 ini merupakan salah satu inspirator bagi perempuan Indonesia.

Beliau pun juga mempunyai kebiasaan lain yaitu menulis puisi. Ya, Salah satu puisi karyanya yang berjudul Pasrah sudah diadaptasi menjadi sebuah lagu yang ia nyanyikan sendiri dan dirilis dalam waktu yang bersamaan.

Lagu Pasrah ini isi liriknya merupakan bentuk dari refleksi yang terjadi pada dirinya, kemudian dituangkan dalam bentuk puisi dan dijadikan lagu.

“Lagu ini berangkat dari sebuah puisi, jadi isinya tentang refleksi kehidupan nyata yang saya alami, kemudian kita aransemen dan jadikan lagu, jadi musikalisasi puisi gitulah kira-kira, Kemudian aransemennya digarap oleh mas Yosep, dan rekamannya di studionya mas bayu (bayu Randu-red),” tambah perempuan yang sekarang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Indonesian Fiscal and TaxAdministration Association (IFTAA) ini.

Rekaman lagu dan musik bagi Haula Rosdiana adalah pertama kalinya. Ia mengaku tak mudah ternyata untuk menjadi seorang penyanyi. Bahkan Ketika take vocal dia mengaku kesusahan dan harus beberapa kali mengulang.

“Ternyata nggak gampang rekaman nyanyi itu, take vokalnya saja mengulang-ulang berjam-jam, tetapi karena semangat saya untuk bisa menyanyikan musikalisasi puisi dari karya-karya saya, akhirnya lahir lagu single pertama saya yang berjudul “Pasrah”, tambah Haula Rosdiana.

1. Dapat Rekor Muri

Gambar

Dalam rangka peringati hari Ibu 2021, Prof. Dr. Dra. Haula Rosdiana, M.Si ini soerang guru besar Ilmu Kebijakan Pajak Perempuan pertama, termuda, dan satu-satunya di Indonesia.

Menggelar acara "Sewindu Pengabdian Guru Besar" inspirasi Penguatan Perempuan dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.

Dalam acara yang digelar di Gedung M Fisip UI (Universitas Indonesia) Depok, Haula Rosdiana sampaikan orasi ilmiah yang berjudul "Inspirasi Penguatan Peran Perempuan dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa".

Beliau juga mendapatkan rekor muri sebagai guru besar wanita pertama dan termuda. Haula Rosdiana menyampaikan bahwa pajak adalah darahnya negara.

“Kalau bahasa seorang filosof pajak adalah nadi negara, maka saya katakan menurut saya pajak adalah darah negara, jadi pajak adalah nyawa yang menentukan eksistensi negara. Selain itu pajak adalah kunci termudah bagi negara untuk mendapatkan income tanpa harus meminjam dan membayar bunga”, jelas Haula Rosdiana.

2. Bukan Untuk Bangga Banggan

Selanjutnya perempuan yang memulai karirnya tahun 1992 sebagai asisten dosen mata kuliah Studi Kasus Perpajakan Internasional pada Program Studi Ilmu Administrasi Fiskal Jurusan Ilmu Administrasi FISIP UI ini menambahkan bahwa acara ini dimaksudkan untuk merefleksikan kembali apa yang sudah beliau lakukan selama 8 tahun.

“Acara ini sebagai bentuk refleksi saya selama delapan tahun sebagai guru besar perempuan pertama dan yang paling muda di bidang perpajakan. Kemudian kenapa diselenggarakan pada tanggal 22 Desember, saya mengambil momen peringatan Hari ibu. Kenapa hari Ibu?, karena semua manusia lahir dari rahim ibu, rahim kalau dilihat dari sifat ketuhanan, bisa diartikan sebagai kasih sayang yang tak pernah kenal Lelah. Seperti dalam lirik lagu ,Hanya memberi dan tak berharap Kembali'. Jadi peran perumpuan itu kasih sayang, dalam arti kepekaan sosial dan empati. Ini kalau dikembangkan akan melahirkan perpajakan yang berkeadilan soial,” tambah Ketua Kluster Riset UI Politik Perpajakan, Kesejahteraan dan Ketahanan Nasional ini.

Terkait penganugerahan rekor muri, Haula Rosdiana mengaku bahwa bukan untuk bangga banggan, tetapi justru agar bisa memotivasi para perempuan Indonesia untuk bisa berfikir maju.

“Rekor muri ini bagi saya bukanlah untuk gaya-gayaan, mudah mudahan bisa menginspirasi dan menggugah semangat untuk melahirkan perempuan-perempuan hebat di bidang perpajakan,” tambah Sekretaris Umum “Indonesian Fiscal and Tax Administration Association” (IFTAA) ini.

3. Iriana Jokowi - Maia Estianty Beri Apresiasi

Gambar

Bahkan prestasti oleh Haula Rosdiana ini juga mendapat pujian dari ibu negara Iriana Joko Widodo sampai Maia Estianty. Iriana Joko Widodo mengatakan bahwa menjadi Guru Besar Perempuan Pertama dibidang Ilmu Kebijakan bukan hal yang gampang.

,” Sewindu Pengabdian Prof. Haula Rosdiana menjadi Guru Besar Perempuan Pertama dibidang ilmu kebijakan pajak tentu bukanlah hal yang mudah, merupakan kebanggaan bagi negri ini meiliki seorang professor seperti Haula Rosdiana, seorang pengajar, pendidik yang menjadi panutan bagi generasi muda. Selamat kepada Haula Rosdiana, Selamat hari Ibu, teruslah menginspirasi dan menguatkan peran perempuan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,”, terang Iriana Joko Widodo.