Sebagai Muslim, Jajang C Noer Malu Ada Kasus HKBP

Darmadi Sasongko | 17 September 2010, 13:26 WIB
Sebagai Muslim, Jajang C Noer Malu Ada Kasus HKBP
Kapanlagi.com - Kasus kekerasan antar umat beragama yang terjadi belakangan ini, turut mengundang keprihatinan bintang akting Jajang C Noer. Terakhir kasus kekerasan yang dialami pendeta dan jemaat HKBP oleh sekelompok orang tidak dikenal.

Jajang pun turut bergabung dengan ribuan orang untuk menandatangani Petisi Perlindungan Kebebasan Memeluk Kepercayaan dan Beribadah Sesuai Kepercayaannya. Dia melihat semua agama mengajarkan kasih sayang, keadilan dan kebersamaan.

"Semua ajaran agama mengajarkan kasih sayang, keadilan, kebersamaan, jadi buat apa kita repot-repot, ribut-ribut. Ada orang yang tidak punya agama, nggak percaya Tuhan. Gak apa-apa juga. Terserah masing-masing. Cinta sama keimanan itu pribadi masing-masing," ungkap Jajang C Noer saat ditemui di Kawasan Cilincing Jakarta Utara, Kamis (16/09/2010).

Menurut Jajang C Noer, banyak pemikiran salah yang hidup di masyarakat dan mengancam kerukunan. Ormas atau apapun bisa dengan mudah menyerang kelompok agama lain dengan alasan agama.

"Karena kita sudah kacau sekali. Ahmadiyah lah diserang-serang, HKBP dihalang-halangi, masalah kemaren ditikam. Kelewatan itu. Malu! malu, saya sebagai orang Islam (muslim), malu, malu bener saya," terangnya.

"Sayang sekali bahwa saudara-saudara saya Islam beberapa tidak mengerti ajaran Islam, ajaran agama, ajaran orang yang ber-Tuhan sayang sekali. Jadi, mari kita sadar lah," sambungnya. 

Bersama ribuan orang dan di antaranya para selebritis, termasuk Jajang C Noer turut menandatangani Petisi Perlindungan Kebebasan Memeluk Kepercayaan dan Beribadah Sesuai Kepercayaannya yang dikirimkan ke Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Para selebritis yang turut serta menandatangani petisi di antaranya, Joko Anwar (Sutradara), Mira Lesmana Produser), Riri Riza (Sutradara), Butet Kertaredjasa (Seniman), Ody C. Harahap (Sutradara), Djenar Maesa Ayu (Artis), Dennis Adishwara, Maylaffayza (Musisi), Sari Koeswoyo, dan lain-lain.     (kpl/buj/dar)

Editor:  

Darmadi Sasongko