Sejak Jadi Juri Program Dangdut, Sifat Rosalina Musa Berubah?

Risang Sudrajad | 24 Mei 2016, 21:20 WIB
Sejak Jadi Juri Program Dangdut, Sifat Rosalina Musa Berubah?

Kapanlagi.com - Penikmat dangdut Tanah Air pasti sudah tidak asing dengan program dangdut yang bertajuk D'Academy. Beberapa waktu lalu saat ajang D'Academy Asia Pertama digelar, ada salah seorang juri yang menyita perhatian dan akrab dengan sapaan Kak Ros.

"Sekarang saya udah ada Instagram, jadi minggu ke-2 itu saya tampil lagi jadi udah rame ini nanya lagu saya. Sebenarnya saya ada lagu judulnya Jual Beli. Tapi saya pikir itu tidak pas. Karena dalam berkomentar saya sering sebut kata-kata Beri Tepuk Tangan Yang Gemuruh, WOW, dan beberapa kata lagi, akhirnya saya kepikiran untuk bikin lagu Beri Tepuk Tangan Yang Gemuruh. Judul itu saya jadikan judul mini album saya juga BERI TEPUK TANGAN YANG GEMURUH (BTYG)," ujar Kak Ros.

Wanita berlogat melayu yang kental tersebut memang telah merilis mini album yang judulnya diambil dari ucapannya saat menjadi komentator. Kak Ros atau yang bernama lengkap Rosalina Musa tersebut adalah penyanyi asal Singapura yang telah menelurkan dua album dangdut di negaranya.

Kak Ros tetap jadi dirinya sendiri saat menyanyi © KapanLagi.com®/ Muhammad Akrom SukaryaKak Ros tetap jadi dirinya sendiri saat menyanyi © KapanLagi.com®/ Muhammad Akrom Sukarya

"Bagusnya saya diberikan peluang untuk menyanyikan lagu lagu lama saya, saya ada 2 album dangdut dari Singapura album pertama dan album ke-2 saya nyanyi lagu Marah dan nyanyi lagu Pria Idaman," tambahnya media visit ke kantor Redaksi Kapanlagi.com, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (17/5).

Ditengarai pertemanan Rosalina dengan sederet penyanyi dangdut papan atas Tanah Air membuat sikap dan cara menyanyinya cenderung berubah mengikuti para juri yang lain. Mendengar hal itu, Kak Ros menampik isu tersebut.

"Saya ini dari singapura saya rasa saya tidak bisa jadi penyanyi lain. Seperti Iis Dahlia seperti Inul seperti Soimah saya harus jadi diri sendiri dan mungkin pengalaman saya di Singapura, ya kita tahu hak kita itu tidak bisa jadi orang lain jadi saya persembahkan lagu itu adalah the best of me," ungkapnya. (kpl/pur/abl)

Reporter:   Mathias Purwanto.