Selebritas Hawa Waspadai Kanker Payudara

Dewi Ratna  | 22 Oktober 2012, 09:41 WIB
Selebritas Hawa Waspadai Kanker Payudara
Kapanlagi.com - Kesadaran terhadap kanker payudara terus digalakkan. Tak hanya pemerintah, kalangan masyarakat pun tergerak ikut mengkampanyekan bahaya salah satu penyakit yang mematikan ini. Sejumlah selebritas yang pernah mengidap kanker payudara pun ikut terlibat menginformasikan terutama mengajak cek payudara tersebut ke dokter atau rumah sakit terdekat sejak dini.

Andien misalnya. Penyanyi jazz ini kini rajin memberikan informasi bahaya kanker payudara pada tiap kesempatan. Dia tak sendiri, aktris senior Rima Melati dan biduan Diana Nasution juga kerap terlihat dalam kegiatan yang berbau kanker payudara. Soal keterlibatan pada kampanye, mereka ingin menularkan pengalaman yang dialami.

Ihwal kanker payudara yang dialami Andien sebenarnya diketahui tidak sengaja ketika dia, saat itu berumur 16 tahun, tengah dirawat karena usus buntu. Beruntung deteksi awal yang ditindaklanjuti dengan operasi membuat perempuan manis ini kini lepas dari kanker payudara.

Sementara Rima Melati mengaku mengidap penyakit itu lantaran semasa muda dia menjalani pola hidup yang tidak sehat. Akibatnya pengobatan melalui kemoterapi ke Belanda harus dijalani isteri Frans Tumbuan tersebut. Pengakuan sama tentang sebab kanker payudara disuarakan Diana Nasution. Bahkan dia mengatakan dukungan orang-orang terdekat guna mempercepat kesembuhan.

"Efek semangat dari keluarga sangat besar. Kalau hanya obat doang paling bisa berkontribusi 40 persen saja dalam kesembuhan. Tapi kalau dengan semangat bisa 90 persen obatnya bekerja," katanya dalam suatu kesempatan.

Hal yang sama dirasakan Wanda Hamidah. Beruntung dia mengangkat tumor sebelum menjadi kanker payudara tersebut dua tahun lalu.

"Saya baru di operasi tahun 2010. Saya baru tahu tahun 2009, waktu ada kesempatan buat check up. Memang belum kanker tapi masih tumor. Akhirnya saya memutuskan untuk operasi," ujar Wanda.

Lantas apa sebab kanker payudara yang mereka alami? Hingga kini belum tahu pasti. Namun pola makan dan pola hidup yang tidak baik disebut-sebut sebagai pemicu penyakit ini muncul. Sedangkan faktor genetik ikut berpengaruh.

"Kanker payudara itu biasanya bisa tumbuh karena pola makan maupun hidup tidak sehat, selain itu faktor genetik juga mempengaruhi. Jadi sebisa mungkin kita harus memperhatikan gaya hidup kita," kata Andien.

Hal senada diungkapkan Diana Nasution. Bahkan dia mengajak untuk tidak takut jika ternyata ada wanita yang sudah mengidap penyakit tersebut. Sebab itu bukan segalanya. Dengan mengubah pola makan dan hidup serta menjalani teratur maka dapat sembuh.

Sementara Rima dan Wanda menilai rokok dan minuman beralkohol juga menjadi pemicu kanker payudara. Dalam kandungan rokok menyimpan ribuan racun berbahaya bagi manusia. Baik itu perokok aktif atau pasif. Karena kedua perempuan tersebut meminta agar berhenti merokok serta tidak minum minuman beralkohol. Sebagai pengganti, mengkonsumsi makanan berserat, pilih makanan yang banyak vitamin A dan C, sayur-sayuran dan istirahat yang cukup sangat dianjurkan.

Kanker payudara sebenarnya bisa dideteksi dengan pemeriksaan dini. Hal tersebut dilakukan agar sel kanker bisa diobati. Hal ini ditegaskan Dewan Pembina Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta Tati Hendro Priyono belum lama berselang.

"Wanita Indonesia harus peduli dan peka terhadap kesehatan payudara khususnya kanker payudara. Lebih baik diketahui dari awal daripada terlambat," ujarnya.

Anjuran pemeriksaan dini juga bukan untuk menakut-nakutin kaum hawa. Tetapi agar lebih waspada. Cara sederhana pun sebenarnya dapat dilakukan tiap perempuan. Misalnya meraba payudara sendiri alias Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Jika ditemukan sesuatu yang beda maka lakukan pemeriksaan media melalui mamografi. (kpl/dis/dew)

Editor:  

Dewi Ratna

 
Join Kapanlagi.com
↑