Sering di-Bully, Young Lex dan Bowo Tik Tok Berikan Pesan Untuk Haters

Galuh Esti Nugraini | 06 Juli 2018, 16:55 WIB
Sering di-Bully, Young Lex dan Bowo Tik Tok Berikan Pesan Untuk Haters

Kapanlagi.com - Melihat apa yang terjadi pada Bowo Alpenliebe kini buat Young Lex rasakan hal yang sama. Bowo memang tak sendiri, Young Lex juga pernah menjadi korban Bully. Komentar pedas para netizen terkadang berlebihan.

Tak hanya itu saja, bahkan sampai lepas kontrol. Mereka seakan tidak melihat bagaimana perasaan korban bully tersebut. Tentu jika tak kuat menghadapi mereka akan tertekan.

Young Lex mengaku jika para haters tidak bisa dihilangkan. Tentu setiap orang pasti akan menuai pro dan kontra. Ya, sering mengkritik ini adalah penyakit sosial yang akan terus ada.

"sebenernya gue kalo ngomongin pesan untuk haters, sebenernya enggak ada sih karena haters kayak penyakit. Penyakit sosial baru yang akan terus ada," ungkap Young Lex bersama Bowo Alpenliebe ketika ditemui di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jum'at (6/7).

"Gue lebih ke orang di bully pedulinya, karna gue enggak peduli orang yang benci, percuma. Buat orang yang lagi ngalamin kondisi bully di sekolah, bisa dikerjaan, bisa di mana pun, lu tetep kuat aja, pikirin orang yang sayang sama lu. Jangan pikirin orang yang benci sama lu, karna itu ga akan ada habisnya," lanjutnya.

Young Lex ungkap saling kritik adalah penyakit sosial yang tak akan pernah hilang © KapanLagi.com/Agus ApriyantoYoung Lex ungkap saling kritik adalah penyakit sosial yang tak akan pernah hilang © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Namun berkat pendirian yang kuat, buat Young Lex kuat menghadapi. Bahkan ia balas dengan karya-karya yang diberikan. Young Lex ingin Bowo juga tidak tertekan dengan banyaknya komentar pedas menghampirinya.

Young Lex pun juga berikan pesan pada orang-orang yang sudah menghujat Bowo. "cepet-cepet insyaf, jangan ngebully lagi kalau mau ngebully, bully yang lebih tua dong," ucap Young Lex.

"Nah jangan anak kecil beraninya, udah gede pikiran bocah," tanda Bowo menimpali.

(kpl/pur/gen)

Reporter:   Mathias Purwanto.