Setelah 'Pagi Pagi Pasti Happy', KPI Juga Hentikan Program 'Brownies'

Guntur Merdekawan | Jum'at, 11 Oktober 2019 10:15 WIB
Setelah 'Pagi Pagi Pasti Happy', KPI Juga Hentikan Program 'Brownies'

Kapanlagi.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kerap dikritik netizen karena kurang tegas dalam mengawasi tayangan-tayangan di stasiun televisi. Dan dalam beberapa waktu terakhir ini, mereka rupanya mulai melakukan mengambil langkah-langkah yang berani.

Sebelumnya kita ketahui jika KPI telah memberikan sanksi berhenti tayang sementara pada program Hotman Paris Show hingga Pagi Pagi Pasti Happy. Dan kini, giliran program talkshow Brownies yang masuk dalam radar KPI. Sebelumnya, program yang dipandu oleh Ruben Onsu CS ini memang sudah beberapa kali ditegur karena dianggap melanggar aturan yang ditetapkan.

Beberapa pelanggaran yang ditemukan antara lain menayangkan konflik antara Nikita Mirzani dan Barbie Kumalasari pada 2 Juli 2019. Setelahnya, ada pula adegan pria memukul kepala temannya pada tanggal 13 Agustus 2019. Di episode penayangan yang sama, Brownies juga menayangkan kehidupan pribadi Dewi Sanca yang hamil di luar nikah.

1 dari 2 halaman

1. Adegan Duo Serigala Goyangkan Payudara

Adegan Duo Serigala Goyangkan Payudara © Instagram/kpipusat
Yang terakhir, KPI mendapati Brownis menampilkan adegan Duo Serigala menari dengan menggoyangkan bagian payudaranya pada tanggal 22 Agustus 2019. Karena pelanggaran-pelanggaran itulah, pihak KPI akhirnya memberikan sanksi-nya.

"Kami sangat menekankan kehati-hatian agar tidak merugikan dan menimbulkan dampak negatif terhadap keberagaman norma kesopanan dan kesusilaan yang dianut oleh masyarakat. Berdasarkan hal itu, kami menilai adegan dua orang wanita atau Duo Serigala yang menari dengan menggoyangkan bagian payudara sebagai bentuk pelanggaran," ungkap Mulyo Hadi Purnomo, Wakil Ketua KPI Pusat.

2 dari 2 halaman

2. Sanksi Berhenti Tayang 2 Hari

Sanksi Berhenti Tayang 2 Hari © Instagram/brownis_ttv
Dilansir dari situs resmi KPI, Brownies dijatuhi sanksi berhenti tayang untuk 2 hari lamanya. Harapannya, hal ini bisa jadi pembelajaran Trans TV dan semua lembaga penyiaran agar lebih berhati-hati dalam menayangkan setiap program acara.

"Sepatutnya hak privasi atau pribadi seseorang itu dihormati dalam setiap program siaran. Kehidupan pribadi itu berkaitan dengan kehidupan perkawinan, perceraian, konflik keluarga, konflik pribadi, perselingkuhan, hubungan asmara, keyakinan beragama, dan rahasia pribadi. Terlebih persoalan yang dibahas di program tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan publik," tutupnya.

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑