Siap Digelar, Andreano Philip Jadi Ketua Dewan Juri Malam Final Putri Otonomi Daerah 2021

Senin, 18 Oktober 2021 21:37 WIB
Siap Digelar, Andreano Philip Jadi Ketua Dewan Juri Malam Final Putri Otonomi Daerah 2021
Finalis Putri Otonomi Daerah 2021 - Credit: Matias Purwanto © KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Gelaran malam final Putri Otonomi Daerah 2021 bakal dihelat di JCC Senayan pada tanggal 22 Oktober mendatang. Nama aktor sekaligus Mister Indonesia 2006 dan Mister International Top 8, Andreano Philip didaulat menjadi Ketua Dewan Juri.

Nama Andreano Philip dipilih langsung oleh Sarman Simandjorang selaku Direktur Eksekutif Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia) sebagai ketua dewan juri.

Andreano Ishak Philip - Credit: Matias Purwanto © KapanLagi.comAndreano Ishak Philip - Credit: Matias Purwanto © KapanLagi.com

Setelah melewati proses yang panjang, diikuti 50 peserta dari 416 Kabupaten di Indonesia, terpilihnya lima finalis yang akan bertarung di malam puncak. Mereka adalah Jelita Gabriela (Kab. Musi Banyuasin), Devi (Kab. Bogor), Eliza (Kab. Dharmasraya), Putri (Kab. Berau), dan Mega (Kab. Tanggamus).

Sebelum malam puncak, kelima finalis menjalani serangkaian acara dari pra karantina hingga karantina.

"Kelima finalis menjalani pra karantina di Berau pada tanggal 14 sampai 17 Oktober. Lalu meraka akan menjalani karantina di Jakarta pada 19 sampai 21 Oktober 2021," kata Anna selaku Duta Otonomi khususnya produk Indonesia.

1. Wanita Berhijab Bisa Ikut Ajang Ini

Pemilihan Putri Otonomi Daerah dimulai sejak tahun 2017 dan diprakarsai oleh Apkasi. Tahun ini, dengan tagline Lestarikan Budaya Indonesia resmi dibuka di Bogor oleh Hj. Ade Munawaroh Yasin, S.H., M.H selaku Bupati Bogor. Sebagai informasi, tahun lalu perwakilan dari Bogor menjadi juara dalam gelaran ini.

Credit: Matias Purwanto © KapanLagi.comCredit: Matias Purwanto © KapanLagi.com

Nantinya, Putri terpilih juga mendapat kesempatan untuk hadir dalam gelaran Apkasi Expo. Pemenang akan hadir memberikan beragam informasi dan mempromosikan kabupaten-kabupaten di Indonesia.

"Jadi si Putri gak hanya lihat cantiknya. Putri ini promosikan Kabupaten-Kabupaten di Indonesia," ujar Anna.

Menariknya, berbeda dengan pemilihan Putri lainnya, dalam gelaran ini mereka yang berhijab pun bisa ambil bagian dan tak menutup kemungkinan untuk jadi juara.

"Tidak ada batasan soal hijab karena kami punya aplikasi dan perhitungan sendiri," pungkasnya.