Sikap Tegas Fathur Ketua BEM UGM Soal RUU KUHP Buat Awkarin Jatuh Cinta

Galuh Esti Nugraini | Kamis, 26 September 2019 14:05 WIB
Sikap Tegas Fathur Ketua BEM UGM Soal RUU KUHP Buat Awkarin Jatuh Cinta

Kapanlagi.com - Nama Atiatul Muqtadir atau yang akrab disapa Fathur ini kini tengah menjadi perbincangan publik. Ia tak lain adalah Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada. Dirinya mencuri perhatian, termasuk juga selebgram Awkarin karena aksi memukaunya saat tampil di acara talkshow politik di salah satu televisi swasta membahas soal RUU KUHP.

Dalam acara tersebut, Fathur pun berikan pendapatnya. Ia juga berargumen dengan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Berbagai Pernyataan Fathur itu pun membuat penonton terkesan.

Salah satu ungkapan Fathur yang paling diingat adalah, "Tunda itu bahasa politis, yang ada itu tolak atau terima".

1 dari 3 halaman

1. Awkarin Ungkap Perasaan

Awkarin Ungkap Perasaan (credit: instagram.com/stories/awkarin)
Melihat pernyataan dari mahasiswa Kedokteran Gigi ini membuat netizen berikan pujian padanya. Bahkan namanya sempet trending di Twitter Indonesia.

Selegram Awkarin juga dibuat terkagum oleh sikap Fathur ini. Bahkan sampai-sampai Awkarin mengungkapkan perasaannya. Hal itu terlihat dari insta story yang dibagikan.

"Hhh jatuh cinta sm mas fathur," ucapnya.

2 dari 3 halaman

2. Bagikan Makanan Gratis

Awkarin juga ikut membagikan nasi kotak gratis kepada para mahasiswa yang tengah demo itu. Tak tanggung-tanggung, sejumlah 3000 nasi kotak pun dia bagikan bersama para aktivis lain.

Aksinya ini pun mendapat pujian, namun ada juga sejumlah netizen yang menganggap apa yang dilakukan Awkarin ini adalah bentuk pencitraan. Menanggapi hal tersebut, Awkarin pun langsung buka suara.

"Pencitraan. Carmuk. Pahalanya gak dapet. Nih gue ketawa ala generasi Z dulu ya AWOKWKWOWKKWKWKWK. Eh cyinnn sini akika kasih tau. BODO AMAT, gak peduli, tujuannya gak nyari sanjungan, gak nyari pahala juga, orang saya juga bukan orang yang taat," ungkapnya seperti yang ia tulis di postingan Instagram.

3 dari 3 halaman

3. Dianggap Pencitraan

/g/2019/09/25/r/awkarin-20190925-006-non_fotografer_kly.jpg
Bukan pencitraan, tujuan wanita bernama asli Karin Novilda ini memang murni ingin membantu. Dari aksinya ini, ia pun berharap orang-orang lain juga melakukan kepedulian yang sama seperti ini.

"Saya cuma menggunakan kemampuan saya sebagai influencer untuk menggerakkan influencer-influencer lain dan anak muda lainnya buat ikut peduli dan beraksi," pungkasnya.

(kpl/gen)


↑